Muhibah Jalur Rempah Diharapkan Memajukan Kebudayaan Indonesia

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberangkatkan para pemuda peserta pelayaran muhibah budaya Jalur Rempah Nusantara dari dari Dermaga Madura, Komando Armada (Koarmada II) Surabaya, Rabu (1/6) (ANTARA/Didik Suhartono)

KBRN, Jakarta: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid berharap pelayaran Muhibah Jalur Rempah 2022 dengan KRI Dewaruci dapat memajukan kebudayaan Indonesia.

"Kita berharap ini jadi komunitas yang betul-betul committed untuk memajukan kebudayaan kita," harap Hilmar dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (2/7/2022).

"Kita juga berharap ikatan persaudaraan di antara mereka (peserta-red) jalan terus, tetapi kalau dari kita akan ada program follow-up ya," ujarnya.

"Jadi kita akan melibatkan teman-teman peserta dalam kegiatan kiita untuk nominasi jalur rempah," tambahnya. 

Diketahui, pelayaran Muhibah Jalur Rempah 2022 selama 31 hari dengan 147 peserta yang digagas oleh Kemendikbudristek ini berakhir di Surabaya pada Jumat (1/2/2022).

"Kita ingin mereka merasakan langsung bagaimana sih mengarungi Jalur Rempah melalui laut, itulah pelayarannya," jelas Hilmar. 

Setelah Muhibah Jalur Rempah 2022 ke kawasan Indonesia timur yang berakhir di Surabay, menurut Hilmar, Kemendikbudristek berencana untuk menggelar kegiatan tersebut ke kawasan Indonesia barat.

"Mungkin yang berikut kita coba ke kawasan barat, cuma rutenya sampai dimananya itu belum," ujarnya. 

Menurut Hilmar, untuk rencana itu pihaknya masih mendiskusikan lebih mendalam dengan TNI AL.

"TNI AL  yang menguasai lapangan. Mana jalur yang aman, pada bulan apa? Karena menggunakan kapal layar ini tidak sederhana ya beda dengan kapal Pelni itu okey tetapi dengan kapal layar sangat harus menghitung arus dan angin," terangnya.

Rencana Muhibah Jalur Rempah 2022 ke kawasan Indonesia barat, sebutnya, mendapat dukungan dari Menko PMK Muhadjir Efendi. 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk pertama kalinya menggelar pelayaran Muhibah Jalur Rempah.

Menggunakan KRI Dewaruci, pelayaran ini membawa 147 pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi yang begitu antusias melakukan napak tilas ke enam titik jalur perdagangan rempah Nusantara yaitu Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Buton, Ternate, Tidore, Banda, dan Kupang. Mereka adalah “Laskar Rempah”.

Tahun 2024 Indonesia menargetkan untuk mengusulkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO.

Muhibah Jalur Rempah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2022 ini menjadi salah satu upaya menggaungkan keagungan peradaban nusantara.

Dalam pelaksanaannya Kemendikbudristek berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), pemerintah daerah (pemda), komunitas budaya, serta masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar