Puluhan Bahasa Daerah Dinyatakan Terancam Punah

Ilustrasi bahasa daerah (foto: Antara)

KBRN, Jakarta: Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa Imam Budi Utomo menyatakan, sebanyak 60-an bahasa daerah terancam punah. 

Hal itu, katanya, berdasarkan kajian vitalitas terhadap sekitar 90 bahasa daerah di Indonesia. Dari 718 bahasa daerah, hanya sekitar 25 yang aman dari kepunahan. Di antaranya, bahasa Jawa, Sunda, Bali, Bugis, dan Makassar. 

"Jadi kalau kita lihat perbandingannya antara yang masih aman dengan yang tidak aman kalau kita membuat perbandingan itu,banyak yang tidak aman dibandingkan dengan yang aman," terangnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, ditulis Sabtu (2/7/2022).

Ia mengungkapkan, banyaknya bahasa daerah terancam kepunahan, salah satunya karena sikap masyarakat.

"Jadi sikap bahasa baik generasi tua maupun generasi muda jika memiliki sikap bahasa yang apatis terhadap bahasa daerahnya, ini tentu saja akan mempercepat kematian bahasa daerah itu atau mempercepat kepunahan bahasa daerah itu," ungkapnya. 

Untuk itu, ia menyarankan generasi muda bangga menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

"Kalau seandainya semua generasi muda itu tidak menggunakan bahasa daerahnya dan orang tuanya tidak menggunakan bahasa daerah ketika di rumah, bayangkan satu generasi dua generasi bahasa itu akan hilang," sebutnya.

Sementara, lanjutnya, jika bangsa Indonesia kehilangan bahasa daerah, maka sama saja dengan kehilangan budaya bangsa. 

"Kita akan kehilangan budaya, kita akan kehilangan batin bangsa karena di dalam bahasa itu kan dapat dikatakan sebagai inti dari sebuah kebudayaan," tegasnya.

Karenanya, ia pun menyambut baik kebijakan pemerintah yang memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum dan bahan pelajaran di sekolah. Sebab hal itu menjaga bahasa daerah dari kepunahan. 

"Jadi ada kurikulumnya ada muatan lokalnya sehingga ini bisa dikatakan aman," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar