Kemenko Polhukam: Generasi Milenial Harus Paham Pancasila

Deputi Bidang Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Djanedjri M Gaffar menjadi nara sumber pada Talkshow Beranda Nusantara dengan tema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di Galeri Tri Prasetya RRI, Medan Merdeka, Jakarta Kamis (23/6/2022). (Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpg

KBRN, Jakarta: Deputi Bidang Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Janedjri M Gaffar meminta agar generasi milenial harus memahami nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, ancaman persatuan semakin besar ke depannya. Hal itu karena saat ini, banyak ideologi asing yang mudah tersebar melalui teknologi informasi. 

"Tantangan ke depan sangat luar biasa yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia kita semua tanpa terkecuali terutama generasi milenial harus memahami Indonesia sebagai negara bangsa yang beranekaragam tetapi kita tetap bersatu karena falsafah bangsa kita yakni Pancasila," kata Janedjri dalam Talkshow Beranda Nusantara dengan tema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di Galeri Tri Prasetya RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022).

Tidak hanya itu, Janedjri menekankan, yang tidak kalah penting yakni generasi milenial harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kebangsaan yang dibentuk di atas keragaman, suku, budaya, agama, etnis, ras dan bahasa.

"Kita harus sadar Indonesia ini terdiri keragaman sehingga nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dalam jiwa," imbuhnya.

Di satu sisi, Janedjri melanjutkan, pengenalan Pancasila pun harus mengikuti kesukaan generasi milenial, misalkan dengan materi atau hal-hal baru, yang menjadi tren terkini dan mudah diterima. 

"Sama-sama kita ketahui generasi milenial ini tidak mengalami langsung bagaimama proses bernegara terutama masa-masa era reformasi. Untuk itu, pemahaman mengenai Pancasila harus disesuaikan generasi milenial," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar