Calon Haji Lansia Diimbau Tidak Tarik Setoran 

Direktur Bina Haji, Dirjen Pembinaan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Arsad Hidayat, saat memberi keterangan mengenai setoran jamaah haji usia 65 tahun ke atas, di Gedung Kemenag, Rabu (25/5/2022). (Foto : Pradipta Rahadi/rri.co.id)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pembatasan usia jemaah maksimal 65 tahun pada musim haji 1443 H/2022M. Kebijakan tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang belum berakhir di banyak negara. 

Meski demikian, Kementerian Agama (Kemenag) menyarankan jemaah di atas usia 65 tahun untuk tidak tergesa-gesa melakukan penarikan kembali uang pelunasan yang telah disetor. Hal itu dikarenakan, mereka tetap masih berkesempatan melaksanakan ibadah haji.

"Batasan umur kan ketentuan diberlakukan Saudi. Jemaah di atas 65 tahun tetap punya harapan," kata Direktur Bina Haji, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Arsad Hidayat, di Gedung Kemenag, Rabu (25/5/2022). 

Arsad menambahkan, kebijakan itu bisa saja berubah di musim haji tahun yang akan datang. Karenanya, jemaah lansia tidak perlu tergesa-gesa menarik setorannya. 

Arsad  menyebut, bila itu dilakukan bukan tidak mungkin ketika mereka mendaftar akan kembali ke proses awal dengan masa tunggu bertahun-tahun.

"Mereka yang tidak menarik setoran lunas atau awalnya, dengan harapan di tahun-tahun berikutnya dimungkinkan berangkat. Sebab sayang juga kalau mereka sudah nunggu 10 tahun, ada ketentuan ini lalu tarik belum tentu daftar kembali, belum tentu dapat waktu yang singkat bahkan bisa jadi menunggu lebih lama lagi," jelasnya lebih lanjut. 

Untuk itu, Arsad berharap, jemaah haji yang berangkat tahun ini benar-benar mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan Saudi. Termasuk menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Itu juga jadi bahan pertimbangan pemerintah Saudi mudah-mudahan pemberlakuan ketentuan-ketentuan yang diberlakukan tahun ini, tahun depan bisa dicabut, sehingga semua jemaah haji tanpa pandang batasan umur bisa berhaji," ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini, terdapat sisa kuota sebanyak 2.531 dari jumlah keseluruhan jemaah haji regular yakni 92.825. Hal itu dikarenakan, ada jemaah yang telah ditetapkan untuk berangkat belum melakukan pelunasan karena pertimbangan satu dan lain hal.

"Kita ketika menyiapkan dengan pelunasan tidak hanya yang masuk kuota keberangkatan 92.825, tetapi kita juga menyiapkan cadangan," jelasnya.

"Cadangan itu kita minta juga persiapkan dokumen dan siapkan lainnya, jadi bila ada yang tidak melunasi otomatis mereka langsung masuk, jadi bukan cadangan dalam kondisi tidak siap," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar