Profesionalitas Pengemudi dan Operator Bus Menentukan Keselamatan

Kondisi bus Pariwisata menabrak rumah warga di Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Iyang/ADB/hp.)

KBRN, Jakarta: Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan keterampilan pengemudi dan operator adalah faktor utama jika terjadi kecelakaan. Artinya tingkat keterampilan mengemudi dan kelayakan kendaraan memiliki fungsi yang vital.

"Pengemudi itu faktor utama. Kalau ia profesional, maka kendaraannya pasti aman atau enak," ujar Budi melalui wawancara Pro3RRI, Senin (23/5/2022).

Budi mengatakan kemampuan dan keterampilan pengemudi harus diperhatikan. Hal itu dimaksudkan agar perjalanan wisata masyarakat tetap aman.

"Pengemudi bisa saja belum hapal jalan dan sebagainya. Maka itu dibutuhkan keterampilan dari pengemudi untuk menghapal tempat wisata. Sebab perjalanan wisata tidak hanya di satu tempat," tuturnya.

Budi menyatakan pihaknya dan semua yang terkait lainny, akan membuat excentplan atau management program keselamatan.

"Harus ada program keselamatan, baik pengemudi maupun kendaraan. Terutama saat di lokasi wisata," katanya.

"Contohnya saat pengemudi tiba di lokasi wisata, jangan malah mengobrol atau kemana-mana ketika menunggu. Mereka harus istirahat di lokasi wisata dan tempatnya disediakan, alias tidak tidur di bagasi kendaraan," ujarnya. 

Sebagai informasi, sebelumnya kecelakaan transportasi angkutan darat khususnya bus pariwisata terjadi berkali-kali belakangan ini. Dalam waktu dua pekan 20 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya luka-luka di sejumlah daerah.

Kemenhub bersama dengan intansi lainnya akan bekerja sama untuk mengevaluasi semua hasil kecelakaan. Nanti rekomendasinya akan dijadikan aturan baru keselamatan pariwisata.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar