Legislator: Sebaiknya Pengajian Dua Minggu Sebelum Berhaji

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina dalam Rapat Kerja di Gedung Parlemen/Dokumentasi dpr.go.id/Andri/Man

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengimbau kepada para Calon Jemaah Haji (CJH) untuk mengadakan pengajian, maksimal dua minggu sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

"Kami mengimbau agar para calon jemaah yang ingin melakukan pengajian, kalau bisa dua minggu sebelum keberangkatan (ke Tanah Suci, red)," imbau Selly melalui wawancara Pro3 RRI, Rabu (18/5/2022).

Dijelaskannya, hal tersebut agar para calon jemaah tetap dapat menjaga kesehatan jasmani, dan rohaninya dengan berisitirahat total sebelum keberangkatan. 

Karena menurutnya, satu kloter akan dirugikan ketika ada salah satu jemaah terdeteksi Covid-19 atau tidak fit jasmaninya.

"Karena pada saat mereka tidak fit maka akan berpengaruh kesemuanya, karena kebijakan dari Indonesia ketika ada satu orang yang positif maka yang akan dirugikan satu kloter jamaah dan akan digantikan oleh kloter cadangan," jelas Selly. 

Ia juga mengatakan, nantinya kebijakan dari Indonesia tes PCR tetap akan dilakukan di Kabupaten Kota masing-masing jemaah, sebelum ditempatkan di embarkasi. Tes PCR dilakukan untuk mengantisipasi kesehatan para calon jemaah sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

"PCR akan dilakukan ketika para jamaah berangkat dari tempat mereka yakni Kabupaten/Kota ke tempat embarkasi dan pada saat itu mereka harus memgikuti kebijakan yang ada di Indonesia karena kita tidak ingin gegabah," pungkasnya.  

Diketahui, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah siap melayani jemaah haji mulai dari keberangkatan sampai kepulangan.

Kesiapan itu, dilakukan melalui skema rencana pemberangkatan dan pemulangan bersama dengan menteri terkait dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar