Pembelajaran Tatap Muka Tidak Perlu Ditinjau Ulang

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi (Foto: Antara)

KBRN, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan tidak ada urgensinya (kepentingan mendesak) meninjau PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di tengah penyebaran penyakit hepatitis akut.

"Kita tidak melihat ada urgensi untuk ditinjau kembali terkait dengan PTM di sekolah, jadi tidak masalah," ujar Nadia saat diwawancarai Pro3 RRI, Rabu (18/5/2022).

Nadia juga mengatakan situasi hepatitis akut saat ini adalah kewaspadaan, tidak seperti saat pandemi Covid-19.

"Hepatitis ini hanyalah suatu kewaspadaan. Jadi penyakit ini tidak mengarah pada pandemi. Bahkan, kalau dilihat dari jumlah kasusnya pun jauh lebih rendah dibandingkan pada saat Covid-19," katanya kembali.

Maka dari itu, untuk saat ini yang terpenting menurut Nadia adalah mengetahui cara pengelolaan makanan dan kebersihan saat anak-anak jajan di kantin atau pun di luar sekolah. Agar penularan hepatitis akut tidak terjadi di sekolah.

"Mengenai sekolah akan menjadi klaster, sebenarnya itu tentang kehigienisan atau kebersihan di sekolah, dan sudah menjadi standar sekolah yang harus diperhatikan sekolah," jelas Nadia.

"Maka kegiatan yang harus diperhatikan yaitu pengelolaan kantin harus betul-betul diperhatikan, sehingga tidak terjadi potensi penularan penyakit yang kita ketahui bisa melalui makanan," tambahnya. 

Selain itu, Nadia juga menyebut jika edukasi dari orang tua juga sangat penting untuk memastikan anaknya membeli makanan sesuai dengan standar kesehatan yang ada untuk tubuhnya.

"Tidak ada urgensi yang meninjau kembali PTM, tetapi bukan berarti kita lengah dengan hepatitis akut ini karena kita harus tetap waspada," pungkasnya.

Sebagai informasi, Surat Edaran Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait penyelenggaraan PTM, di antaranya sudah boleh membuka kantin di sekolah dengan batasan pengunjung 75 persen. Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar