Jadi Tuan Rumah GPDRR, Pemerintah Cek Kesiapan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang ditunjuk sebagai ketua Panitia Nasional dalam acara tersebut, berkesempatan meninjau kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai gerbang masuk delegasi internasional, pada Jumat (28/1/2022)

KBRN, Jakarta: Selain menjadi tuan rumah G20, Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang diselenggarakan pada bulan Mei 2022 mendatang. 

Forum GDPRR merupakan forum dua tahunan sekali yang membahas tentang upaya-upaya negara di dunia dalam mengurangi resiko bencana. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang ditunjuk sebagai ketua Panitia Nasional dalam acara tersebut, berkesempatan meninjau kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai gerbang masuk delegasi internasional, pada Jumat (28/1/2022).

"Secara umum ini sudah siap. Dan ini kan sudah ada event-event menjelang pertemuan besar G20. Jadi ini semua sudah dikerjakan. Secara prosedur tahap demi tahapnya sudah rapi," ujarnya usai melakukan peninjauan, Jumat. 

Muhadjir mengecek berbagai mekanisme pemeriksaan bagi para delegasi, mulai dari pengecekan kesehatan dan fasiltas swab tes. Kemudian, ia juga mengecek kesiapan pemeriksaan imigrasi, dan bea cukai.

Dalam kesempatan peninjauan itu, Menko PMK didampingi oleh Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose, dan jajaran pengurus Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengungkapkan, akan menata semua proses kedatangan para delegasi dengan efektif dan efisien. 

Dia menyatakan, dengan banyaknya delegasi yang akan hadir maka nantinya akan dilakukan skema pemeriksaan per kloter. Dia memastikan untuk penerimaan kedatangan dan pengecekan akan dilakukan dengan waktu yang efisien.

"Kita akan pastikan selama di Bandara kami bisa menata dengan baik. Dari sisi pengaturan slotnya hingga menuju venue di Nusa Dua akan kita pastikan berjalan dengan baik," ujar Fahmi.

Diketahui pertemuan ini akan dilakukan dengan konsep pertemuan fisik, dan rencananya dihadiri oleh 5.000 hingga 6.000 peserta dari 193 negara. 

Pertemuan ini rencananya akan diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Badung, Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar