Minyak Goreng Subsidi Diserbu, Akademisi Nilai Wajar

Warga membeli minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah itu mulai menerapkan harga minyak goreng menjadi Rp14.000 per liter untuk segala merek menyusul kebijakan minyak goreng satu harga oleh pemerintah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

KBRN, Jakarta: Dosen dari Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Andriyono Kilat Adhi menilai wajar banyak masyarakat yang menyerbu minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter.

Pasalnya, masyarakat tentu saja mencari minyak goreng dengan harga murah, 

"Itu wajar ada harga lebih murah maka akan diserbu, ritel modern mendapat jatah untuk menyalurkan harga minyak goreng satu harga," kata Andriyono kepada Pro3 RRI, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, harga di pasar tradisional mengikuti stok sebelumnya. Setelah habis, maka stoknya mulai digelontorkan.

"Ini penerapan harga eceran tertinggi, kebijakan jangka pendek," ujarnya.

Ia menyebut jika suatu komoditas pangan mengalami kelangkaan maka dilakukan kebijakan jangka pendek dengan menerapkan harga eceran tertinggi.

Intervensi pasar menurutnya akan mendistorsi permintaan dan penawaran.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengatakan kebijakan minyak goreng kemasan Satu Harga Rp14.000 per liter juga akan berlaku di ritel modern di 34 provinsi.Distribusi minyak tersebut dipantau secara ketat agar bisa mengimplementasikan sesuai ketentuan.

Mendag juga memastikan bahwa kebijakan minyak goreng kemasan satu harga juga berlaku di pasar rakyat dan pasar-pasar tradisional.

Saat ini, Kemendag masih memberikan waktu selama sepekan sejak penetapan minyak goreng kemasan satu harga pada Rabu, 19 Januari 2022, baik kemasan plastik maupun kemasan jerigen.

“Penyediaan minyak goreng kemasan melalui ritel merupakan tahap awal, selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” ujar Mendag.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar