FOKUS: #PPKM

Guntur Soekarnoputra Mengungkap Sisi Lain Megawati

Mohammad Guntur Soekarnoputra, kakak kandung Presiden Kelima RI, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan sisi lain dari sang adik kandung. Guntur menyebutkan, bahwa Megawati muda mahir bermain sepakbola. Tak hanya itu, Guntur mengungkapkan, bahwa Megawati semasa kecilnya lihai memanjat pohon saat bermain bersama. (Foto: Dok. SS/Deni/RRI)

KBRN, Jakarta: Mohammad Guntur Soekarnoputra, kakak kandung Presiden Kelima RI, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan sisi lain dari sang adik kandung.

Guntur menyebutkan, bahwa Megawati muda mahir bermain sepakbola.

Tak hanya itu, Guntur mengungkapkan, bahwa Megawati semasa kecilnya lihai memanjat pohon saat bermain bersama.

BACA JUGA: Sosok Megawati Bagi Risma

"Iya saya kalau tahun 1949, Bu Mega jadi seperti teman main saja. Sebagai kakak ngajak dia main itu yang sudah saya tulis di artikel. Mega itu begitu-begitu jago main bola loh, manjat pohon jago. Dan enggak banyak yang tahu itu," ungkapnya di Jakarta, saat acara webinar ‘Sikap Hidup Merawat Pertiwi’ dalam rangka hari ulang tahun ke-75 Megawati Soekarnoputri, seperti dikutip RRI.co.id, Minggu (23/1/2022).

Guntur juga menceritakan pengalamannya saat menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1962 silam.

Dimana saat itu Megawati merupakan adik kelasnya di kampus tersebut.

BACA JUGA: Gerakan Merawat Pertiwi, Hadiah Ultah Buat Megawati

Guntur mengatakan, bahwa dirinya bersama Megawati sama-sama aktivis di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

"Dia (Megawati) sering ikut pawai alegoris, pawai unjuk kekuatan. Dia juga sering ikut melakukan urban ke daerah-daerah. Kemudian saya juga begitu. Saya aktif di GMNI dan juga pemuda marhaenis di Bandung," katanya.

Guntur menyampaikan, bahwa saat menjadi pengurus GMNI cabang Bandung, dirinya menjadi pengurus dengan jabatan Ketua Tim Indoktrinasi Dasar, dimana materi sejarah perjuangan dan situasi kondisi Indonesia kelas marxisme harus diberikan kepada seluruh anggota.

"Dalam hal ini Mega ternyata lulus semacam fit and proper test tadi dengan predikat sangat baik," ujarnya.

"Jadi saat ini kalau Mega ditanya tentang masalah-masalah sejarah, masalah-masalah situasi dan kondisi Indonesia bahkan kalau ditanya mengenai ilmu dari fasisme, ngelotok itu," ungkap Guntur menambahkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar