PLBN Motaain Terapkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Reastuardy Daud, mengatakan, pihaknya telah meninjau penanganan pelaku perjalanan luar negeri yang masuk melalui pintu PLBN Motaain. (Foto:HumasBNPP)

KBRN, Atambua: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menerapkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi.

Aplikasi ini diluncurkan oleh Polri untuk memperketat pengawasan dan penegakan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke wilayah Indonesia melalui perbatasan negara.

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Reastuardy Daud, mengatakan, pihaknya telah meninjau penanganan pelaku perjalanan luar negeri yang masuk melalui pintu PLBN Motaain.

Selain SOP penanganan Covid-19 melalui pintu masuk, PLBN Motaain juga telah menerapkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi.

"Saya menyampaikan terima kasih karena apa yang kami peroleh pada waktu pengecekan tadi ini sudah berjalan, SOP yang diberikan juga sudah dilaksanakan dan secara khusus kita telah menerapkan juga aplikasi dari Polri yaitu karantina presisi, ini yang telah digunakan baik dari kedatangan, penanganan, sampai kepada proses karantina yang dilakukan," ujar Restuardy di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Rabu (19/01/2022).

Hadirnya aplikasi ini membantu proses pengawasan karantina oleh petugas kepada pelaku perjalanan luar negeri.

“Melalui Aplikasi ini, statistik dan radius jarak pengguna aplikasi dapat terukur dan difungsikan untuk melacak posisi karantina pelaku perjalanan luar negeri. Apabila pelaku perjalanan berada di luar jarak tempat karantina yang sudah ditentukan, maka akan ada peringatan atau notifikasi yang langsung terhubung secara sistematis,” terang Restuardy.

Restuardy berharap kedepan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini dapat diterapkan di PLBN-PLBN Terpadu lain.

"Saya kira ini sangat membantu dalam proses penanganan penyebaran Covid-19 di masa pandemi ini. Kami berharap bahwa hal ini bisa juga nanti diaplikasikan untuk PLBN-PLBN yang lain," pungkasnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan, penggunaan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi akan diperkuat di pintu masuk atau entry point wilayah Indonesia, yaitu PLBN Motaain, PLBN Aruk, PLBN Entikong, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, dan Pelabuhan Nunukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar