[Cek Fakta] Gunung Kelud Waspada, Warga Panik

Foto: ( dok. ist )

KBRN, Blitar: Sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Suara Rakyat berjudul "Waspada Gunung Kelud Siaga 1 || Warga Tetap Untuk Waspada Kemungkinan Akan Terjadi Letusan Kecil" membuat masyarakat panik.

Video yang berdurasi 3 menit 8 detik ini menyebutkan tentang status kegunungapian Gunung Kelud yang naik level dari normal ke waspada.

Pada video itu, juga disebutkan jika sumber informasi didapat dari pejabat di Pemkot Blitar yakni Kepala Bakesbangpol dan berdasarkan radiogram Badan Geologi Kementerian ESDM.

Menanggapi hal ini Kepala Bakesbangpol PBD Kota Blitar Toto Robandiyo memastikan bahwa video yang beredar tersebut merupakan berita bohong atau hoax. Ia menyebut, jika nama pejabat yang disebutkan dalam video tersebut telah purna tugas sejak tahun 2020 yang lalu.

"Kami pastikan itu hoax ya, karena nama pejabat yang disebutkan pada video tersebut sudah purna tugas atau pensiun, jelas itu berita bohong," terang Toto Robandiyo, Senin (17/01/2022).

Toto Robandiyo menyebut, jika kondisi Gunung Kelud saat ini dalam kondisi aman. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak resah dan tidak panik dengan informasi yang beredar di video YouTube tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait kalau kondisi Gunung Kelud dalam kondisi aman. Kami minta masyarakat tidak panik dan resah. Kami pastikan itu tidak benar," sebut Toto.

Mengenai langkah ke depan apakah akan diproses secara hukum atau tidak. Toto Robandiyo mengaku belum memutuskan hal tersebut, dan masih akan mengkoordinasikan dengan Bagian Hukum Pemerintah Kota Blitar.

"Terkait dengan langkah ke depan kami belum bisa memutuskan. Kami masih akan mengkoordinasikan dengan Bagian Hukum Pemkot Blitar," tambah dia.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono mengatakan, jika nanti informasi tersebut meresahkan masyarakat, maka akan ditindaklanjuti dengan UU ITE. Pihak kepolisian akan melihat sejauh mana laporan tersebut.

"Kita lihat dulu sejauh mana informasi ini meresahkan masyarakat, maka kami akan tindaklanjuti dengan UU ITE," ungkapnya.

Saat RRI.co.id mengecek channel tersebut, video diunggah 14 Januari 2022, dan sudah  ditonton sebanyak 11.820 kali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar