Berantakan, Warga Keluhkan Bekas Pengerjaan Sumur Resapan

KBRN, Jakarta: Masyarakat mengeluhkan bekas pengerjaan sumur resapan atau drainase vertikal yang tidak langsung dibersihkan.

Sebab sisa material sangat menggangu pengguna jalan baik itu pengendara maupun pejalan kaki. 

Dari pantuan RRI.co.id, Kamis (9/12/2021) siang, seperti di Jalan Intan RSPP dan Jalan Wijaya Kusuma, Cilandak, Jakarta Selatan terlihat masih banyak bekas pengerjaan yang tidak dirapihkan.

Seperti di Jalan Intan terdapat tumpukan tanah yang berantakan, serta batu-batu besar penanda untuk pengendara agar bisa menghindari. 

Terlihat juga sumur resapan yang rusak dan ambles, hanya ditutupi batu seadanya.

Sedangkan di Jalan Wijaya Kusuma, terlihat tumpukan tanah dan karung bekas. Selain itu tumpukan galian aspal yang hanya dipinggirkan. Serta penutup beton drainase yang telah diganti, namun beton tersebut di biarkan dipinggir jalan. 

Yudha seorang ojek online mengeluhkan tumpukan bekas pengerjaan di Jalan Wijaya Kusuma. Menurut dia, hal tersebut sangat menggangu saat melintas.

Terlebih jika di jam padat seperti pagi dan dan sore hari. Karema bekas pengerjaan tersebut membuat kemacetan, serta membuat jalan licin.

"Pasti mengganggu. Harusnya dibenahin selesai pekerjaan. Buat pejalan kaki juga terganggu," kata dia saat ditemui RRI.co.id, Kamis (9/12/2021). 

Nantoro yang juga warga sekitar mengeluhkan pengerjaan sumur resapan. Menurut dia ada beberapa sumur resapan yang telah jadi namun masih ada yang tidak rapi. 

Dalam hal ini terdapat celah yang lumayan lebar antara jalan dan beton sumur resapan. Hal ini tentunya sangat membahayakan pengendara saat melintas. 

Dia berharap pemda dapat segera menyelesaikan  masalah sumur resapan. Pasalnya jika tidak dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan pengendara khususnya roda dua.

"Ini kan rapi awalnya. Giliran digali gak rapi kerjanya, gak langsung beres, bentar rusak nanti betulin lagi," ujar dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar