FOKUS: #PPKM

TransJakarta: 502 Kecelakaan Selama Januari-Oktober 2021

Sejumlah penumpang menaiki bus TransJakarta di halte Bundaran Hotel Indonesia, di Jakarta, Senin (6/12/2021). PT Transjakarta memastikan bahwa layanan tidak akan terganggu meskipun sebanyak 229 bus dihentikan sementara operasionalnya, imbas dari kecelakaan pada Kamis (2/12/2021) dan Jumat (3/12/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KBRN, Jakarta: Direktur Utama PT TransJakarta, Mochammad Yana Aditya, turut memaparkan data kecelakaan bus TransJakarta.

Menurutnya, terdapat 502 kecelakaan, tapi jumlah tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Oktober 2021. 

Direktur Utama PT TransJakarta, Mochammad Yana Aditya

"Itu data januari sampai oktober ya, jadi itu total semua kecelakaan yang terjadi dari bulan Januari sampai bulan Oktober. Kurang lebih segitu (angkanya, red)," jelasnya ketika ditemui RRI.co.id dan awak media lainnya, dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (6/11/2021).

Yana menjelaskan, kecelakaan itu bervariasi, seperti bus TransJakarta dengan kendaraan lain, kemudian menabrak benda seperti separator di sekitar jalur, kecelakaan tunggal, hingga ditabrak. 

BACA JUGA: Jumlah Kecelakaan TransJakarta September-Desember 2021

Ia menekankan pihaknya tengah melakukan evaluasi total terhadap jajarannya, bahkan kecelakaan beruntun dalam beberapa hari belakangan bus TransJakarta sudah diajukan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diaudit. 

"Lakukan untuk permintaan audit total dengan KNKT jadi kita ingin tau nih kecelakaan demikian banyak, ini penyebabnya apa," paparnya. 

Menurutnya dari pengajuan itu terjadwal audit akan mulai dilakukan pada Selasa 7 Desember 2021.

Meski demikian ia masih belum tahu pasti audit akan memakan waktu berapa lama. 

BACA JUGA: TransJakarta Libatkan KNKT Audit Jajarannya

Ia hanya memastikan, hasil audit tersebut nantinya akan diumumkan dan menjadi acuan pihaknya salam melakukan perbaikan. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap internal TransJakarta.

Pemeriksaan itu menurutnya dilakukan oleh satuan pengawas internal.

 "Jadi kita juga melakukan pengecekan internal, siapa sih, fungsi mana sih yg akan atau sebenarnya bertanggung jawab. Nah itu sedang kita lakukan dari satuan pengawas internal, kalau misalnya nanti ditemukan kan harus ada bukti semuanya, tidak hanya sekedar statement," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar