Kemenag Tegaskan Komitmennya Lawan Korupsi

Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas, dalam Webinar dengan tema ‘Komitmen Kementerian Agama Meningkatkan Integritas dan Budaya Antikorupsi’ di Jakarta, Rabu (1/12/2021). (Istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, komitmennya melakukan tata kelola terhadap Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Menurut Yaqut, komitmen itulah yang disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo saat meminta dirinya memimpin Kemenag.

“Pesan Bapak Presiden saat saya pertama dipanggil adalah untuk memperbaiki tata kelola Kemenag,” ungkapnya dalam Webinar dengan tema ‘Komitmen Kementerian Agama Meningkatkan Integritas dan Budaya Antikorupsi’ di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Yaqut mengatakan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag mesti menjadi teladan kebaikan terutama dalam melawan korupsi. “Kita tanya kepada batin masing-masing, tanya ke diri masing-masing, sudah benar belum mengelola Kementerian ini,” katanya.

Terkait akuntabilitas, Yaqut menyinggung pentingnya pengamalan integritas dan budaya anti korupsi. Kemenag terus melakukan penguatan dalam bentuk Penerapan Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) dan Whistle Blowing System (WBS) Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi.

"Kemenag telah membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang berperan mengendalikan penerimaan gratifikasi secara transparan dan akuntabel," ujarnya.

Kemenag bersama KPK juga telah membangun sebuah sistem Pengaduan Masyarakat (Dumas) dan WBS terintegrasi. Sinergi ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan pengaduan, baik secara internal maupun eksternal yang terintegrasi, profesional, transparan dan akuntabel dengan mengutamakan kerahasiaan dalam rangka optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan Kementerian Agama.

Ikhtiar lain, lanjut Yaqut, yang dilakukan Kemenag dalam pengendalian gratifikasi adalah merevisi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengendalian Gratifikasi pada Kementerian Agama. Regulasi ini sudah dicabut, diganti dengan PMA Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi pada Kemenag. PMA 23 Tahun 2021 sepenuhnya sudah mengacu pada Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi.

“Kita tidak bisa berharap banyak dan agar masing-masing muncul. Kesadaran ini harus dipaksa biar muncul kesadaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenag Deni Suardini menyampaikan, sebagai komandan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), pihaknya terus berbenah meningkatkan integritas dan budaya anti korupsi, termasuk dengan menjalin kerja sama dengan KPK.

"Kita selama ini terus berbenah, dengan terus bekerjasama dengan KPK untuk mewujudkan Kementerian Agama yang berintegritas dan anti korupsi," ujarnya.

Harapan sama disampaikan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus NG itu mengatakan, bahwa Kemenag mesti menjadi leading sector dalam teladan pemberantasan korupsi, apalagi Kementerian ini membidangi keagamaan dan menjadi sentra tokoh agama. “Di sini banyak tokoh agama, ulama, pastor, pendeta dan lainnya yang justru kami harus banyak belajar,” katanya.

Gus NG mengingatkan, bahwa sampai 2021 KPK telah melakukan penindakan terhadap 727 orang karena suap dan sebanyak 376 orang karena pengadaan jasa. “Harapannya jera dan yang lain takut. Namun apakah demikian? Ternyata tidak. Jadi maknanya, bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum,” ungkapnya.

Gus NG pun mengungkapkan tiga strategi yang digunakan KPK dalam melawan korupsi, yaitu penindakan, sistem tata kelola keuangan negara dan layanan publik supaya tidak dikorupsi, dan strategi terakhir adalah pendidikan masyarakat (dikmas). “Saya berharap Kemenag bukan hanya antikorupsi melainkan juga mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Sekadar informasi, webinar diikuti pimpinan seluruh satuan kerja di Kemenag yang terdiri dari 11 Eselon I Pusat, 34 Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, 72 Pimpinan PTKN, 514 Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan 29 Kepala UPT. Webinar berlangsung secara hybrid, daring dan luring. Sebagian besar peserta mengikuti secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar