FOKUS: #PPKM

AMPHURI Sambut Kebijakan Syarat Umrah bagi Indonesia

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait vaksin Covid-19 dan karantina jamaah umrah dari luar negeri, menyusul diumumkannya kebijakan otoritas penerbangan Saudi yang telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia. (Dok. Foto: Antara/ Narasi: RRI.co.id)

KBRN, Jakarta: Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait vaksin Covid-19 dan karantina jamaah umrah dari luar negeri, menyusul diumumkannya kebijakan otoritas penerbangan Saudi yang telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia.

Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M Nur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas kebijakan tersebut yang telah memberi angin segar bagi umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sudah sangat merindukan Baitullah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan tentunya kabar baik ini sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia yang hampir dua tahun menahan rindu untuk bisa beribadah di Tanah Suci,” kata Firman di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (29/11/2021).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi, Hisyam Abdul Mun’im Said, dalam konferensi pers, Minggu (28/11/2021), menyatakan bahwa Pemerintah Saudi telah mengeluarkan kebijakan bahwa dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umrah.

Kemudian, jika jamaah umrah sudah divaksinasi dengan dosis vaksin yang disetujui Kerajaan Arab Saudi, boleh diizinkan langsung memulai umrah, dan tidak perlu karantina.

Sementara bagi jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO akan menjalani karantina selama 3 hari.

Selain itu, jemaah umrah harus melakukan tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina.

Apabila hasil tes PCR negatif, jamaah bisa langsung melaksanakan serangkaian Umrah.

Lebih lanjut Firman menyampaikan, AMPHURI bersama lintas Asosiasi dan Kementerian Agama dalam waktu dekat ini sepakat untuk melakukan uji coba dengan memberangkatkan para pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). 

“Tujuannya agar setiap PPIU memahami secara detail SOP pelayanan jamaah yang menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan jamaah dan memenuhi semua ketentuan penanganan Covid-19 selama di Tanah suci dan perjalanan,” kata Firman. (Miechell Octovy Koagouw) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar