FOKUS: #PPKM

Nenek Gani Difasilitasi Bedah Rumah

Walikota Jakarta Selatan, Mundjirin meresmikan rumah nenek Gani yang telah direnovasi dalam program bedah rumah Baznas-Bazis Jakarta Selatan di Kelurahan Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan, Minggu (28/11/2021). Foto : Lukman Tara/RRI

KBRN, Jakarta: Dua Warga Cipedak, Jagakarsa, mendapat bantuan dana dari Baznas-Bazis Jakarta Selatan sebesar Rp50 juta bagi setiap pemilik rumah yang mendapat program bedah rumah. 

Salah satu warga yang mendapat program bedah rumah ini yaitu Nenek Gani (70), yang hidup seorang diri di rumah dengan kondisi tidak layak berukuran 50M2.

Wali Kota Jakarta Selatan, Mundjirin, mengatakan, Pemerintah Kota mengapresiasi Program Baznas-Bazis Jakarta Selatan yang telah melakukan bedah rumah terhadap 130 bangunan tempat tinggal pada tahun ini.

"Semoga dengan dibedahnya rumah ini, ibu Gani bisa lebih nyaman beraktivitas dan beribadah di rumah." ujar Mundjirin saat meresmikan rumah nenek Gani yang telah direnovasi di Jalan M. Kahfi I, Gg. Palagan, RT 015/01 Kelurahan Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, seperti dikutip RRI.co.id, Minggu (28/11/2021).

Rumah Nenek Gani di Jalan M. Kahfi I Gg. Palagan RT 015/01, Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan, usai mendapat program bedah rumah. (Lukman Tara/RRI)

Pada kesempatan yang sama, Ma'rif, Ketua RT 015/01 yang juga merupakan ketua pelaksana bedah rumah nenek Gani, mengatakan, rumah nenek Gani sangat tidak layak untuk dihuni, sehingga diajukanlah program bedah rumah.

"Rumahnya kita robohkan total, kita bangun dari awal. Sebelumnya kita uruk dulu setinggi 80 sentimeter karena rumahnya rendah, kita buatkan juga pompa air, karena dia gak punya sumur," ungkap Ma'rif.

Ma'rif menambahkan, karena yang direnovasi cukup banyak, dana Rp50 juta tidak cukup.

Sehingga dari permasalahan yang muncul itu, warga sekitar ikut memasukkan donasi hingga terkumpul Rp15 juta.

"Warga lainnya ikut bantu juga, ada yang bantu tenaga, uang dan kasih perabotan/alat elektronik untuk nenek Gani. Jadi total semua sampai selesai Rp65 juta," tutup Ma'rif. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar