Jakarta PPKM Level 3, Sekolah Berharap PTM

KBRN, Jakarta: Pihak SMPN 85 Pondok Labu, Jakarta Selatan berharap pemerintah tidak menghapus pembelajaran tatap muka (PTM), sekalipun Jakarta nanti masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM) Level 3. 

Wakil Kepala Sekolah SMPN 85 Pondok Labu Ismail Seno mengatakan, dengan pertemuan tatap muka, para guru dapat maksimal dalam memberikan pelajaran dan mendidik. Para murid pun juga lebih mengerti dan memahami dengan apa yang dipelajari ketimbang Pertemuan Jarak Jauh (PJJ). 

"Harapan saya ke depan bisa PTM terus karena pembelajaran dan mendidik anak bisa maksimal. Karena belajar di rumah sama di sekolah beda kontrolnya," katanya saat ditemui RRI.co.id, Jumat (26/11/2021).

Lebih lanjut kata dia, selain anak-anak lebih memahami pelajaran yang disampaikan, para guru juga dapat lebih mengenal karakter dari masing-masing anak. Hal ini dinilainya penting lantaran membantu guru untuk memberikan avermasi positif, baik kepada si anak maupun wali murid. 

Dia mengatakan, selama PTM berlangsung, SMPN 85 sangat memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai cuci tangan dengan sabun dan cek suhu serta mencatat suhu kedatangan oleh masing-masing murid di pintu masuk. Serta mengatur jarak dan juga alur jalan untuk pintu masuk dan keluar agar tidak ada berkerumun. 

Adapun saat ini SMPN 85, masih menerapkan 50 persen murid yang hadir atau 16-18 murid perkelasnya dengan ptm selama 4 jam. Untuk tahun depan dikabarkan akan ditambah 2 jam menjadi 6 jam. Namun hal tersebut masih menunggu keputusan pemerintah. 

"Kita tetap mengikuti aturan pemerintah dan Dinas Pendidikan Jakarta, saat ini PTM masih berlangsung hanya 4 jam. Tahun depan dikabarkan akan di tambah 2 jam, jadi 6 jam," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar