FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Murid SDN Ciloma, Mengarungi Sungai Habitat Buaya

Para murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma, Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak gentar mengarungi Sungai Cikaso untuk sekolah, meskipun sering ada penampakan buaya kecil hingga besar. Guru honorer sekaligus penjemput menggunakan perahu, Sehabudin, membenarkan penampakan buaya di Sungai Cikaso, terutama ketika dirinya mengantar anak-anak ke sekolah. (Rizki Supermana/RRI)

KBRN, Sukabumi: Para murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma, Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak gentar mengarungi Sungai Cikaso untuk sekolah, meskipun sering ada penampakan buaya kecil hingga besar.

Guru honorer sekaligus penjemput menggunakan perahu, Sehabudin, membenarkan penampakan buaya di Sungai Cikaso, terutama ketika dirinya mengantar anak-anak ke sekolah.

"Buaya terlihat saat air sedang surut. Kelihatan dan sering muncul. Dua hari lalu saya melihat buaya besar itu. Tapi belum ada kasus buaya menerkam manusia di sungai ini," ungkap Sehabudin kepada RRI.co.id di atas perahu yang meluncur perlahan di Sungai Cikaso, Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021).

Guru honorer lainnya di SDN Ciloma, Latif, juga mengatakan pernah melihat penampakan buaya saat menjemput dan mengantar siswa-siswi yang rumahnya di sepanjang Sungai Cikaso.

BACA JUGA: Perjuangan Guru dan Murid Mengarungi Sungai Cikaso

Latif menyebutkan, Sungai Cikaso dengan luas lebih dari 200 meter dan berkedalaman sekitar 5 meter sangat berbahaya bagi anak-anak.

Para murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma, Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak gentar mengarungi Sungai Cikaso meskipun sering ada penampakan buaya (Rizki Supermana/RRI)

"Ada buaya di Sungai Cikaso ini. Bisa dilihat saat muncul. Tidak berbahaya, bisa dilihat (kemunculannya)," sebut Latif.

SDN Ciloma,  terletak di wilayah terpencil (pelosok), berada di pinggir Sungai Cikaso, dekat dengan Muara Pantai Keusig Urug, Tegal Buleud.

Akses ke kampung Ciloma sebagian besar ditempuh menggunakan perahu menyusuri sungai.

Sedangkan untuk transportasi darat, harus melalui hutan Cikaso.

Karena jarak dan infrastruktur yang belum memadai, jalur darat melalui hutan Cikaso jarang tersentuh warga. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar