FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

DKI PPKM Level 1, Perkuliahan di UNAS Masih Daring

KBRN, Jakarta: DKI Jakarta sudah menginjak PPKM level 1, namun sistem pembelajaran dan perkuliahan di Kampus Universitas Nasional di Jakarta Selatan masih menerapkan secara online atau daring. 

Menurut Dosen Ilmu komunikasi FISIP UNAS, Nur Satyo, Universitas Nasional belum berencana untuk menerapkan perkuliahan tatap muka. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan bahwa tahun ajaran genap 2021-2022 akan diadakan perkulihan luring atau tatap muka. 

"UNAS masih mengeluarkan kebijakan kuliah secara daring. Tapi gak tau apakah untuk semester genap akan diselenggarakan tatap muka," terangnya saat ditemui RRI.co.id di Kampus UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2021). 

Nur Satyo mengatakan, sistem pembelajaran perkuliahan secara tatap muka harus dipersiapkan secara baik di era new normal, jadi tidak bisa secara mendadak. Pasalnya, selama ini pihak kampus telah mempersiapkan metode pengisian  Kartu Rencana Studi (KRS), Sistem Penilaian UTS dan UAS dengan sistem online.

Ia menambahkan, sebelum adanya pandemi Covid-19, UNAS pun telah menerapkan sistem pembelajaran bleanded learning kepada mahasiswanya, yakni perpaduan sistem perkuliahan tatap muka dan online via aplikasi Zoom.

"Jadi ini perkuliahan daring dan tatap muka. Ke depan ini menjadi metode perkuliahan yang dijalankan UNAS. Minggu ini online, minggu depan on site, jadi pertemuan 50 persen saja," terangnya.

Menurut Nur Satyo, sistem tersebut diberlakukan lantaran rasio mahasiwa lebih banyak dibandingkan dengan ketersediaan jumlah ruangan kelas di UNAS.

Sementara itu, Gea - salah satu mahasiswa FISIP UNAS mengatakan, dirinya sangat berharap sistem perkuliahan tatap muka dapat segera dilaksanakan. 

"Sebagai mahasiswa, saya ingin kuliahnya tatap muka. Karena sudah dari semester 4 sampai sekarang (semester 7, red) kita enggak pernah tatap muka sama sekali," ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama ini sistem perkuliahan secara online dirasa kurang maksimal lantaran terjadi banyak kendala. Seperti sinyal kurang bagus, materi yang disampaikan kurang jelas, bahkan ada dosen yang tidak tepat waktu sesuai jadwal. 

"Terpaksa nyaman. Biasa kuliah offline, ini karena online gak semua dosen ngajarnya totalitas. Ada materi gak disampaikan, kadang dosennya ngajar via Zoom gak tepat waktu, ada juga materi gak disampaikan. Jadi Gea merasa kurang banget dapet materi," kata dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar