PCR Syarat Penerbangan, Asosiasi Pilot Garuda Protes

Ilustrasi
Suasana Bandara Soetta, Tangerang

KBRN, Tangerang: Asosiasi pilot garuda (APG) menyatakan keberatan atas aturan penumpang pesawat yang melakukan perjalan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukan tes negatif Covid-19 dengan metode RT-PCR. 

Hal itu berdasarkan beredarnya surat edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 21 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 dan SE Kementerian Perhubungan Nomor 88 tahun 2001. 

"Ketika aturan persyaratan perjalanan moda transportasi udara diperketat kembali dengan aturan di atas, ini akan kembali memberatkan calon penumpang dan berdampak langsung kepada berkurangnya tingkat keterisian pesawat, yang pada akhirnya memukul sektor pariwisata," ungkap Donny Kusmanagri, Plt Presiden APG kepada rri.co.id, Senin (25/10/2021). 

Menurut Donny, keberatan itu bukan tanpa alasan, terlebih teknologi pesawat Garuda telah dilengkapi dengan HEPA filter yang berfungsi mencegah penularan virus di dalam pesawat. Penelitian dari berbagai pihak juga membuktikan bahwa angka penularan Covid-19 di pesawat sangat kecil dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. 

"Prokes yang ketat serta persyaratan vaksinasi juga diterapkan baik bagi awak pesawat maupun penumpang," imbuhnya. 

Untuk itu, mengingat dampaknya yang akan sangat terasa bagi dunia penerbangan dan pariwisata, APG berharap agar ada evaluasi atas kebijakan itu. 

"Kami berharap agar Kementerian dan pihak-pihak terkait melakukan peninjauan kembali dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Demikian permohonan peninjauan kembali ini kami sampaikan, semoga Kementerian dan pihak pihak terkait dapat menerima masukan ini," paparnya. 

Kendati demikian, APG mengapresiasi pencapaian pemerintah yang berhasil menekan angka penularan Covid-19, dan sangat mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dengan adanya program vaksinasi dari penerapan protokol kesehatan (Prokes), terutama terhadap pelaku perjalanan dalam negeri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00