Kemendikbudristek Susun Kamus Budaya Jawa 2021

Foto : Kemendikbudristek

KBRN, Jakarta:  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah melakukan berbagai upaya untuk memudahkan dan mempercepat pengayaan kosakata bahasa Indonesia, yaitu melalui  aplikasi berbasis android dan web yang kini tengah dikembangkan.

KBBI dalam jejaring juga telah banyak memuat kosakata berbagai bahasa daerah untuk menjadi bagian dari pemutakhiran sehingga memudahkan pengguna KBBI mengusulkan kosakata baru yang muncul dan digunakan oleh masyarakat dalam ragam komunikasi secara nasional. 

Hingga saat ini setidaknya sudah ada penambahan sekitar 100.000-an kosakata bahasa daerah dan istilah khusus bidang ilmu tertentu yang menjadi bagian dari lema-lema dalam KBBI edisi V.

Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan komunikasi, kosakata budaya yang asli milik bangsa mulai tergerus.

Generasi muda yang saat ini dikenal dengan istilah generasi milenial atau generasi Z sudah tidak lagi mengenal kosakata budaya asli Indonesia. 

Jawa, yang merupakan salah satu budaya besar yang ada di wilayah Indonesia pun tak luput dari kekhawatiran akan punahnya istilah-istilah budaya yang dahulu pernah berada di puncak kejayaan pada masanya.

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Ganjar Harimansyah mengatakan, hal itulah yang menjadi salah satu alasan upaya penyunan Kamus Budaya Jawa yang dilakukan oleh tim KKLP Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. 

“Berdasarkan latar belakang tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga kebahasaan di wilayah Provinsi Jawa Tengah merasa perlu melakukan Penyusunan Kamus Budaya Jawa demi mendukung program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Senin (25/10/2021).

Menurut Ganjar, mengingat pentingnya kosakata budaya untuk disumbangkan menjadi lema dalam KBBI, maka tim melibatkan beberapa informan di lapangan untuk melakukan upaya pendefinisian secara spesifik terhadap kosakata-kosakata dan istilah budaya tersebut.  

"Untuk itu,  tim penyusun melakukan wawancara mendalam (indept interview) dengan para informan di lapangan untuk memeroleh data yang akurat dalam melakukan penyusunan Kamus Budaya Jawa ini," ujarnya. 

Tim penyusun dari KKLP Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, lanjut Ganjar, bekerja sama dengan berbagai pihak di wilayah Jawa Tengah, untuk mengambil data di lapangan. 

"Adapun informan yang diwawancarai adalah pelaku-pelaku budaya di Jawa Tengah dan dimungkinkan memiliki khazanah kosakata dan istilah budaya Jawa yang dapat menjadi bahan pengayaan kosakata dan istilah,” jelasnya.

Disebutkan, tujuan penyusunan Kamus Budaya Jawa ini adalah a) menyajikan kosakata budaya Jawa sebab kosakata budaya Jawa belum semua tergali; b) melakukan upaya pengayaan kosakata budaya Jawa yang diharapkan dapat diusulkan menjadi bagian lema KBBI V, sebab daya ungkap lema-lema budaya Jawa di KBBI masih terbatas; c) memasyarakatkan kembali kosakata budaya Jawa secara luas sebab kosakata dan istilah budaya Jawa mulai tidak populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda perlu mendapat perhatian khusus; d) belum ada aplikasi Kamus Budaya Jawa yang memadai.

Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan Kamus Budaya Jawa 2021 adalah tersusunnya Kamus Budaya Jawa dalam bentuk aplikasi senarai yang dapat diunduh pada laman https://senaraiistilahjawa.kemdikbud.go.id/about.

Aplikasi yang terwujud berkat kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dengan Universitas Dian Nuswantoro Semarang tersebut belum diluncurkan secara resmi.

Saat ini pelaksanaan kegiatan tersebut baru sampai tahap penyusunan lema kosakata budaya.

Rencananya akan diadakan konsinyasi terlebih dahulu sebelum diluncurkan secara resmi pada Oktober 2021. (Miechell Octovy Koagouw)                              

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00