Pelaku Perjalanan Wajib Tes PCR, Masyarakat Kecewa

KBRN, Jakarta:  Warganet menilai persyaratan baru wajib tes PCR dalam perjalanan moda transportasi darat, udara maupun laut memberatkan masyarakat. Di dunia maya, warganet bertanya-tanya ada apa sebenarnya?

Satgas relawan Pro Jokowi Panel Barus mengatakan, banyak masyarakat yang bertanya-tanya  karena kebijakan ini justru dinilai kontradiktif dengan gerakan vaksinasi masal yang saat ini tengah digencarkan pemerintah. 

"Warga juga jadi bertanya sebenarnya. Di bawah kami banyak jumpai, buat apa kita vaksin dua kali tapi kok masih harus PCR. Sehingga ini ada ambiguitas di bawah," ujar Panel Barus dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Sabtu (23/10/2021). 

"Terus yang kedua, dampaknya juga biaya perjalanan menjadi cukup tinggi dengan beban persyaratan PCR ini. Persyaratan PCR ini sebaiknya dihapuskan untuk perjalanan pesawat," sambungnya. 

Selain tarif tes PCR yang terbilang cukup mahal, masa berlaku tes PCR juga terbatas, yakni hanya berlaku 2x24 jam. 

Sebelumnya, pemerintah membuat aturan bagi pelaku perjalanan cukup dengan menunjukkan hasil negatif tes swab Antigen sebagai langkah awal skrining. Namun sejak menurunnya level PPKM, dimana ada beberapa kelonggaran seperti anak-anak dibawah usia 12 tahun diperbolehkan bepergian dan kapasitas penumpang ditambahkan, maka pemerintah membatasi mobilitas dengan menaikkan metode tracing menjadi lebih ketat yakni menggunakan tes PCR. 

"Jadi saya bagian dari masyarakat yang ikut mendukung, menggalang warga agar mau divaksin agak sedikit kecewa sebenarnya terkait kebijakan kewajiban tes PCR karena warga di bawah real bicara. Kami juga heran gitu," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00