Wamenag Minta Pendidikan Al-Quran Diintensifkan, Ini Alasannya

Dok. Kementerian Agama

KBRN, Jakara: Selesai sudah gelaran Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) ke-26 yang beralngsung di Maluku Utara. Acara tersebut ditutup oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi pada Jumat (22/10) malam. 

Dalam sambutannya, Wamenag menyoroti masih adanya umat Islam yang belum bisa membaca Al-Qur'an. Untuk itu, ia meminta pendidikan al-Quran lebih diintensifkan di seluruh daerah. Sehingga, tidak ada umat Muslim yang tidak bisa membaca kitab suci al-Quran, baik di kota maupun di desa. 

"Para qari/qariah dan hafizh/hafizhah peserta STQH harus menjadi pelopor pendidikan al-Qur'an di daerahnya masing-masing," pesan Wamenag dalam keterangannya, seperti dikutip RRI.co.id, Sabtu (23/10/2021). 

"Saya kira itulah manfaat STQH yang jauh lebih berharga dan bermakna," sambungnya.

Jika para peserta bisa menjadi pelopor, lanjut Wamenag, maka STQH akan memberikan hasil dan dampak yang nyata dalam kehidupan umat dan bangsa di masa mendatang. Wamenag yakin, generasi yang tercerahkan hati, pikiran dan perilakunya dengan petunjuk al-Quran akan menjadi generasi yang tangguh, berkualitas dan cemerlang untuk menghadapi tantangan masa depan.

Wamenag melihat, penyelenggaraan STQH mengingatkan kembali akan peran sentral al-Qur'an dalam berbagai sendi kehidupan baik sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga, maupun sebagai warga negara. Al-Quran tidak cukup hanya sekedar dibaca dan dihafal, tetapi harus mengisi setiap hembusan nafas umat Islam dalam pelbagai aspek kehidupan. Sejalan dengan ajaran al-Quran, umat Islam bertanggungjawab untuk menebar kebaikan dan kedamaian kepada siapapun dan di manapun. 

"Mari menebar kebaikan dan kedamaian sebanyak-banyaknya agar semua permasalahan yang dihadapi saat ini segera mendapat solusi. nya dari Allah SWT," ajaknya

"Keimanan akan melahirkan optimisme dan kearifan untuk menemukan solusi terbaik dari setiap permasalahan," tutupnya.

Hadir, Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, Menteri Agama periode 2001 - 2004 KH Said Agil al-Munawar, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddn Umar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Ketua DPRD Maluku Utara, Forkompinda Provinsi Maluku Utara, Kapolda, Pangdam, Kajati, Kajari, Kakanwil Provinsi Maluku Utara, Rektor IAIN Ternate, dan Dewan Hakim dan Kafilah Peserta STQH Nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00