Kemendikbudristek Jamin KIP Kuliah Merdeka Tanpa Diskriminasi

Istimewa

KBRN, Jakarta: Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Kahar menjamin, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka hadir tanpa diskriminasi dan tidak memberikan perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.

Dipastikannya KIP Kuliah Merdeka hadir untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, terutama bagi kalangan keluarga tidak mampu, untuk ikut berpartisipasi dan menikmati pendidikan di level perguruan tinggi. 

"Ini adalah peluang besar untuk anak-anak kita, kalau memang kita sudah berikan aksesbilitas yang luas, kesempatan secara finansial untuk memilih perguruan tinggi terbaik ini justru jauh lebih terbuka dengan dua pilihan, yakni perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta," katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (22/10/2021).

Abdul juga berpesan kepada semua mereka yang belum berkesempatan menerima KIP Kuliah Merdeka tahun ini untuk tidak putus asa.

Adapun untuk siswa yang masih duduk di jenjang pendidikan menengah atas, dipersilahkannya untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. 

"Karena tahun depan KIP Kuliah Merdeka akan hadir lagi dan menyambut orang-orang yang memiliki persiapan yang baik," tekannya.

Hal itu juga diutarakannya dalam Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) episode 12 yang bertemakan ‘KIP Kuliah: Kuliah Tinggi Untuk Semua’ secara virtual, Kamis pekan ini. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Drajat Martianto mengapresiasinya pemerintah. Ia mengaku turut berbahagia karena pemerintah begitu perhatian kepada masyarakat yang kesulitan sosial dan ekonominya, namun memiliki kemampuan akademik yang luar biasa untuk melanjutkan studi.

“Ini langkah yang luar biasa, terlebih lagi ada penyempunaan. Penyempurnaan ini juga dibuat menjadi semakin realistis sehingga tidak ada dikriminasi di kampus nantinya. Saya percaya bahwa KIP ini bisa memutus rantai kemiskinan. Karena di IPB saja, pada tahun 2018 ada lebih dari 20 mahasiswa KIP yang memiliki IPK 4.0 juga di tahun-tahun selanjutnya. KIP ini merupakan wujud kontribusi kita bersama untuk membangun pimpinan bangsa,” ucapnya.

Senada, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP, Rizal Maula juga menekankan bahwa mahasiswa angkatan tahun 2010-2016 sangat mengapresiasi program tersebut. 

"Sampai sekarang tahun 2020 ditingkatkan menjadi 700 ribu sesuai dengan biaya hidup yang masing-masing daerah, sehingga lebih terbantu. Apalagi mereka juga dari daerah terus ke ibu kota khawatir dengan biaya hidup, tapi dengan beasiswa KIP Kuliah Merdeka ini tidak perlu dikhawatirkan kembali,” tambahnya.

Turut hadir di kesempatan itu perwakilan mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka, Delpina Theresia. Menurut dia, program ini sangat bermakna bagi orang-orang dari keluarga yang ekonominya kurang mampu. 

“KIP Kuliah Merdeka ini sangat membantu meringankan beban orang tua saya,” lanjutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00