Latih Anak Rajin Cuci Tangan, Pakai Cara Ini

Ilustrasi (foto: istimewa)

KBRN, Jakarta: Mencuci tangan di masa pandemi Covid-19 saat ini memang menjadi salah satu aktifitas yang di wajibkan bagi setiap orang.

Terutama pada anak-anak yang saat ini juga sudah memulai sekolah tatap muka. Beberapa aktivitas pasti dilakukan oleh anak dapat menjadi perantara virus dan bakteri tanpa disadari. 

Misalnya seperti ketika anak bermain, berinteraksi dengan temannya, menggunakan alat tulis, hingga menyentuh benda tertentu. Maka dariitu perlu diajarkan bagaimana cara mencuci tangan yang benar. 

Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Berikan Pemahaman

Berikanlah pemahaman pada anak, bahwa  kuman dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Misalnya bila tubuh terinfeksi bakteri, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. 

Ketika memberikan pemahaman, pastikan untuk menggunakan penyampaian yang mudah dimengerti oleh Si Kecil. Selain itu, beritahukan juga bahwa kuman dapat menyebar dari orang atau permukaan lain, ketika seseorang:

• Menyentuh area wajah seperti mulut dengan tangan kotor.

• Menyiapkan atau mengonsumsi makanan dan minuman dengan tangan kotor.

• Menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi kuman.

• Menutup hidung ketika batuk atau bersin dengan tangan, lalu menyentuh tangan orang lain atau benda umum.   

2. Ajarkan Anak Langkah Cuci Tangan yang Tepat

Dilansir dari Stanford Children’s Health berikut ini adalah empat langkah cuci tangan yang benar, antara lain:

• Ajarkan anak untuk membasahi tangan terlebih dahulu, lalu gunakan sabun secukupnya. 

• Ketika sudah berbusa, tangan perlu digosok. Ajari anak bahwa punggung tangan, bagian di antara jari-jari dan di bawah kuku juga harus digosok.

• Beritahu anak bahwa tangan harus digosok minimal selama 20 detik. Agar Si Kecil dapat mengukur waktunya, cobalah untuk mencuci tangan bersamanya sambil menyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’ dari awal sampai akhir, diulangi dua kali.

• Terakhir, bilaslah tangan dengan air bersih yang mengalir. Dilanjutkan dengan menggoyangkan tangan beberapa kali, lalu dikeringkan menggunakan handuk.

3. Jadikan Cuci Tangan Sebagai Kebiasaan

Anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru perilaku orang dewasa dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, buatlah cuci tangan sebagai bagian dari rutinitas orang tua sebagai contoh untuk Si Kecil. 

Ibu juga dapat mengajak anak untuk mencuci tangan bersama-sama, sembari mengajarkan cara cuci tangan yang tepat. Jadikan cuci tangan sebagai kebiasaan yang menyenangkan bagi anak.

4. Memberitahu Kapan Waktu yang Tepat

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beberapa aktivitas dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman. Misalnya ketika sehabis batuk (meski menutup mulut dengan tisu), seusai menyentuh sampah, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah merawat luka, setelah menggunakan toilet, hingga setelah menyentuh hewan, pakan ternak, dan kotoran hewan. 

Maka dari itu, beritahukan anak bahwa dalam situasi tertentu, mengharuskan dirinya untuk mencuci tangan.

5. Ingatkan Anak untuk Selalu Mencuci Tangan

Membentuk keterampilan dan kebiasaan mencuci tangan pada anak akan membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, sangat penting bagi ibu untuk selalu mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan. 

Terutama setelah melakukan berbagai aktivitas yang berisiko menjadi penyebaran kuman. Misalnya seperti setelah menyentuh hewan peliharaan, menggunakan kamar mandi, atau sebelum dan sesudah makan.

Selain itu, ibu dapat menjelaskan kembali pada anak apa saja dampak negatif yang terjadi jika kuman bersarang pada tangan. Ketika anak sudah terbiasa, nantinya mereka akan mempraktikkannya sepanjang hidup mereka. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00