Belitung Timur Terima 30 Surat Kekayaan Intelektual

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham menyerahkan 30 surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), untuk Pemerintah Belitung Timur dalam Kegiatan Diseminasi KI dan KIK, Belitung, Rabu (15/9/2021). Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Freddy Harris kepada Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar (Dok. DJKI)

KBRN, Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham menyerahkan 30 surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), untuk Pemerintah Belitung Timur dalam Kegiatan Diseminasi KI dan KIK, Belitung, Rabu (15/9/2021).

Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Freddy Harris kepada Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar.

Freddy Harris mengatakan sistem Kekayaan Intelektual (KI) memiliki peran sangat penting dalam menunjang perkembangan perekonomian dan perdagangan baik di pusat maupun di daerah.

Jika Indonesia ingin menjadi negara berkembang, Freddy menegaskan seluruh masyarakatnya harus menempatkan pelindungan dan pemanfaatan KI di depan.

“Oleh karena itu, sistem kekayaan intelektual yang baik akan memungkinkan setiap orang maupun kelompok masyarakat untuk menghasilkan suatu karya untuk mendapatkan pengakuan dengan pelindungan terhadap kepemilikan melalui pendaftaran dan pencatatan, serta sekaligus mendapat keuntungan finansial dari karya yang dihasilkannya sehingga tentunya diharapkan akan dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian rakyat secara lebih luas,” tegas Freddy Harris dalam keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Rabu (15/9/2021).

Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar menyampaikan apresiasi kepada DJKI Kemenkumham atas diberikannya surat pencatatan KIK untuk Belitung Timur, serta berharap pemberian surat pencatatan ini sebagai momen bangkitnya ekonomi kreatif di Belitung Timur yang berbasis budaya dan mampu berdaya saing global.

“Terima kasih kami haturkan atas diberikannya sertifikat untuk kami dari Kemenkumham, dan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur saya sampaikan apresiasi sehingga kami bisa mendaftarkan 30 KIK. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sanggar seni, komunitas pelaku seni budaya, perhimpunan adat, dan seluruh masyarakat Belitung Timur atas diberikannya sertifikat,” ujar Khairil Anwar.

Sebanyak 13 KIK yang terdaftar merupakan pengetahuan tradisional seperti Aruk Gelagau, Limping Pisang, Hingga Bubor Nunu.

Sementara itu sisanya adalah ekspresi budaya tradisional (EBT) seperti Lesong Ketintong, Sepen Buding, sampai Terumpet Daun Kelapak.

Seluruh KIK ini juga sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Indonesia asal Belitung Timur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Selain penyerahan surat pencatatan ini, DJKI juga menyelenggarakan diseminasi, inventarisasi KIK pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur.

KIK adalah kekayaan intelektual yang berupa pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, sumber daya genetik, dan potensi indikasi geografis.

Saat ini DJKI memimpin pembangunan Pusat Data Nasional KIK, serta telah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) tentang Pertukaran Data dan Informasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) bersama empat kementerian/lembaga terkait.

Pusat data ini dibangun sebagai upaya untuk melindungi dengan menginventarisasi data KIK dari berbagai kementerian atau lembaga, sekaligus dalam rangka memudahkan identifikasi, pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan KIK oleh pihak lain. (Miechell Octovy Koagouw) (Foto : DJKI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00