Warga Belum Divaksin Harus Tunda Dapatkan BST

Ilustrasi/

KBRN, Jakarta: Masyarakat Kelurahan Ancol, Jakarta Utara yang belum melakukan suntikan vaksinasi Covid-19 harus menunda untuk mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dan juga beras dari pemerintah. 

Lurah Ancol Rusmin mengatakan, sebagian besar warga terdaftar jadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima bantuan dari pemerintah lewat Kementerian Sosial. Namun beberapa belum menerima bantuan karena berbagai alasan mulai dari tidak ada di tempat hingga belum mengikuti vaksinasi Covid-19 sesuai program pemerintah. 

“Sesuai dengan arahan pemerintah pusat kita mensyaratkan kalau penerima BST tersebut yang belum divaksin kita tunda dulu,” ujar Rusmin, Sabtu (31/7/2021). 

Namun demikian, ditekankannya bukan berarti bantuan senilai Rp600 ribu dan beras seberat 10 kilogram itu hilang. Mereka tetap dapat menerima bantuan tersebut apabila sudah mengikuti vaksinasi. 

“Makanya nanti kita arahkan ke puskesmas untuk dilakukan vaksin. Apabila punya bukti sertifikat vaksin pertama, kita langsung berikan bansos yang merupakan hak warga,” jelas Rusmin. 

Perlakuan serupa nantinya juga akan diterapkan untuk bantuan 10 kilogram beras dari Pemprov DKI Jakarta yang akan diberikan kepada warga Ancol dalam waktu dekat. 

“Kalau itu saya baru dapat by name by address. Dari gubernur juga sudah disiapkan siapa yang sudah divaksin, siapa yang belum divaksin,” tutur Rusmin. 

Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkannya jumlah warga yang mengikuti vaksinasi sebagai upaya perlindungan terhadap Covid-19 dapat semakin bertambah dan menciptakan herd immunity.  

“Jadi nanti setelah vaksin warga dapat bansos. Warga dapat vaksin gratis dan juga bansos dari pemerintah yang kita berikan,” ucapnya. 

Adapun di wilayah Kelurahan Ancol, dari tujuh RW, hanya lima yang mendapat jatah bansos tunai dan non tunai. Sementara dua RW lainnya tidak dapat karena warga menengah atas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00