Ratusan Anak Ikuti Vaksinasi di Ancol

Anak-anak yang melakukan vaksinasi melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

KBRN, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerja sama dengan pihak swasta menyelenggarakan vaksinasi bagi anak di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara. 

Sebanyak 500 hingga 700 anak per hari diharapkan akan mendapat vaksinasi, termasuk 300 anak yang membutuhkan perlindungan khusus seperti tidak memiliki KK/NIK, dalam kegiatan diselenggarakan selama tiga hari dari 23 hingga 25 Juli tersebu, 

“Kami mengapresiasi peran dunia usaha yang berkolaborasi untuk mempercepat vaksinasi anak. Peran dunia usaha ini dapat memperluas jangkauan vaksinasi anak ke seluruh tanah air sehingga kita mengharapkan kasus Covid-19 pada anak dapat dicegah,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, saat menyaksikan vaksinasi anak, di Ancol, Sabtu (24/07/2021). 

Menteri Bintang mendukung diberinya kesempatan dan kemudahan anak yang tidak memiliki NIK/KK bisa mendapatkan vaksinasi. Berdasarkan aturan, vaksinasi anak wajib memiliki NIK atau KK. Sementara fakta di lapangan menunjukkan masih banyak anak belum memiliki akta kelahiran, NIK/KK.  

“Percepatan vaksinasi ini kita harapkan mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 pada anak,” kata Menteri Bintang.

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, proporsi kasus Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen atau 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak. Anak-anak rentang usia 0-5 tahun menyumbang 2,8 persen kasus, sedangkan usia 6-18 tahun angka kasus Covid-19 mencapai 9 persen. 

Berdasarkan UU Perlindungan Anak, yang dimaksud dengan anak yang memerlukan perlindungan khusus adalah anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, dan anak terekploitasi. 

Meliputi eksploitasi ekonomi dan/atau seksual anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alcohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan dan perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, anak yang menyandang cacat, dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00