Keluarga Berperan Penting Mencetak Generasi Emas

Ketua BKKBN, Hasto Wardoyo, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPR RI dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional 2021, Jakarta, Rabu (14/7/2021).jpeg

KBRN, Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan, bahwa keluarga memiliki peran yang penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan menyiapkan anak-anak untuk mencapai generasi emas 2045 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam webinar yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPR RI dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional 2021, Jakarta, Rabu (14/7).

“SDM yang berlimpah bisa menjadi berkah maupun musibah. Oleh karenanya, orang tua harus mempersiapkan dan berpikir keras bagaimana cara mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi emas yang memegang tongkat estafet bonus demografi Indonesia,” ungkapnya seperti dikutip RRI.co.id dari keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Hasto mengatakan, Indonesia memiliki bonus demografi yang bisa diberdayakan menjadi bonus kesejahteraan nasional. Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang mesti menjadi perhatian serius, apalagi di masa pandemi COVID-19.

Di sisi lain, Hasto juga menyampaikan, tantangan lain bagi keluarga Indonesia yaitu stunting, wasting, Mental Emotional Disorder dan juga autisme. Maka dari itu, sosialisasi mengenai hal tersebut sangat penting bahkan sejak pranikah agar dapat dicegah.

“Ancaman lain tidak hanya stunting, ada juga Mental Emotional Disorder itu angkanya mencapai 9,8 persen. Ini adalah profil SDM kita. Dan disinilah bagaimana peran keluarga untuk bisa mengerem hal-hal tersebut,” jelasnya.

Hasto menuturkan, BKKBN melalui kebijakannya turut berpartisipasi dalam menjaga ketahanan keluarga Indonesia khususnya di masa pandemi. Secara proaktif, BKKBN memberikan berbagai layanan seperti Layanan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan juga Bina Keluarga Lansia.

Selain itu, lanjut Hasto, BKKBN juga ikut membantu dalam proses vaksinasi dan mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Kita harus proaktif dalam layanan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Lansia, termasuk juga pelayanan kontrasepsi. Kemudian, BKKBN juga membantu memberi vaksinasi sebagai kebijakan selama masa pandemi,” ujarnya.

Hasto mengingatkan, fungsi keluarga sebagai pondasi SDM yang berkualitas. Maka dari itu, menurut Hasto, mulai dari proses pranikah, kehamilan, hingga pascapersalinan menjadi sangat penting untuk diperhatikan agar tidak ada anak-anak yang terlantar akibat keegoisan orang tua.

“Terkait dengan itu, ada delapan fungsi keluarga. Mulai dari agama yang nomor satu, sampai dengan fungsi lingkungan, pendidikan dan seterusnya. Itulah yang diperjuangkan BKKBN, agar kita bisa menjadi sahabat keluarga dan juga mengawal anak-anak kita untuk menjadi generasi yang berkualitas,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar