Pesan Panglima-TNI untuk Lulusan SMA Pradita Dirgantara

Foto: (dok. IST)

KBRN, Jakarta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan empat hal harus dikuasai lulusan angkatan pertama SMA Pradita Dirgantara.

Adalah unggul dalam hal kekuatan karakter, kemampuan hebat dalam bekerjasama, membangun jaringan, serta tetap menjunjung tinggi luhurnya nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

"Rintangan akan semakin berat, tantangan semakin kompleks. Tidak hanya untuk mecapai prestasi akademis saja, namun juga kemampuan untuk bekerjasama, membangun jaringan, berkarakter, dan menjunjung nilai-nilai budaya bangsa yang luhur," ungkap Hadi saat membekali lulusan SMA Pradita Dirgantara dalam kegiatan apresiasi civitas akademis SMA Pradita Dirgantara, Jum'at (25/6/2021) via zoom.

Mengingat sebagian orang telah mampu menangkap peluang yang ada, meraih keberhasilan di tengah keterbatasan, sekaligus memanfaatkan potensi dengan sedemikian luas, Hadi berpesan, para lulusan harus terus mengasah potensi diri, memiliki sumberdaya unggul, untuk meraih kemajuan.

"Tetap semangat meningkatkan kapasitas diri, karakter unggulan yang kuat di tengah keterbatasan akibat Covid-19, jaga komunikasi, dengan rekan rekan," ujarnya.

Selain itu, Hadi juga berpesan agar lulusan juga mempu meneladani para pemuda yang memotori kemerdekaan Indonesia.

Tidak hanya gagah berani, tetapi juga memiliki gagasan yang besar dan visi yang jauh ke depan, pantang menyerah tetapi mengenyampingkan ego kesukuan, dan sadar untuk bersatu.

"Saya berpesan anak anak dapat meneladani nilai tersebut, mempersembahkan prestasi terbaik, di manapun untuk membangun masa depan Indonesia yang gemilang," pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Ardhya Garini, Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, lulusan angkatan pertama SMA Pradita Dirgantara telah memberikan capaian membanggakan, dengan diterima di berbagai macam perguruan tinggi negeri di Indonesia, bahkan di universitas-universitas di 8 Negara di dunia.

"Wujud syukur setelah mencari siswa terbaik seluruh pelosok, mengajar mendidik sepenuh hati, hari ini sudah menjadi pohon rindang yang penuh buah. Tuhan mengizinkan memanen. Benih satu biji menghasilkan panen buah yang banyak, terkandung bibit unggul itu. Itu perumpamaan kebaikan, buah itu adalah buah hati kami," ungkapnya.

Selain dari sekolah, apresiasi juga diberikan Museum Rekor Indonesia (Muri) yakni sekolah dengan angkatan pertama yang mampu diterima terbanyak di perguruan tinggi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00