Ingat, SIKM Mulai Berlaku Hari Ini

Petugas memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Petugas memutarbalikkan kendaraan menuju Jakarta yang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.(ANTARA FOTO/FAUZAN)

KBRN, Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjelaskan saat masa larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021, untuk itu yang henda keluar masuk Jakarta harus mengurus SIKM (surat izin keluar masuk).

SIKM ini akan berlaku jika masyarakat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju wilayah di luar aglomerasi Jabodetabek dan sebaliknya. Namun, jika masih dalam lingkup wilayah aglomerasi, SIKM tidak dibutuhkan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menerangkan, dalam surat edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah diatur beberapa protokol perjalanan.

Salah satunya tercantum dalam huruf G ayat 3 dimana pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, khususnya bagi masyarakat yang tergolong dikecualikan melakukan perjalanan non-mudik karena keperluan mendesak maka diwajibkan memiliki SIKM.

“SIKM itu wajib diurus ya bagi masyarakat yang memang akan keluar dari wilayah Jakarta menuju wilayah-wilayah di luar aglomerasi Jabodetabek. Pengurusan SIKM ini bisa secara daring lewat aplikasi milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, JakEVO,” ungkap Syafrin, Kamis (6/5/2021).

Ia juga menyebut jika masyarakat yang mengajukan permohonan SIKM, maka wajib mengunggah beberapa syarat seperti KTP hingga surat pernyataan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang dilengkapi materai Rp10.000.

Bagi yang akan melakukan kunjungan keluarga yang sakit atau meninggal dan melahirkan maka harus dilengkapi dengan surat keterangan sakit dari fasilitas kesehatan setempat atau surat kematian dari puskesmas, dan surat keterangan hamil atau persalinan.

Nantinya, setelah semua syarat diunggah, PTSP Kelurahan akan melakukan verifikasi berkas dan akan ada tanda tangan elektronik SIKM dari Lurah. Kemudian para pemohon ini dapat mengunduh SIKM tersebut setelah melalui proses selama dua hari.

Kendati sudah memiliki SIKM, Syafrin menegaskan pelaku perjalanan tetap harus membawa surat hasil rapid test antigen atau GeNose yang menyatakan dirinya negatif Covid-19 dengan masa berlaku 1x24 jam sebelum melakukan perjalanan.

Baik surat SIKM maupun hasil dari rapid test nantinya harus wajib dibawa oleh masyarakat saat melakukan perjalanan non-mudik. Sebab, pada saat melewati pos-pos pemeriksaan, surat tersebut akan dipertanyakan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00