Wanita Mendominasi Minta Cerai Gegara Faktor Ekonomi

KBRN, Tolitoli: Cerai gugat  di wilayah Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah dari bulan Januari hingga Februari 2021 dilaporkan mencapai mencapai 85 perkara.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Tolitoli Mujiburrohman menyatakan, jumlah tersebut, lebih besar dibandingkan dengan cerai talak mencapai 17 perkara.

”Perceraian wanita menggugat pria lebih tinggi. Mayoritas faktor ekonomi,” kata Muji dalam keterangannya, Rabu (24/03/2021).

Muji menjelaskan, mayoritas perceraian diajukan pada pasangan pernikahan usia produktif.

Ditengarai, pemicunya belum memiliki mental kuat dan persiapan matang terkait penikahan.

”Sebatas cinta namun tak diimbangi materi yang cukup,” kata Muji.

Diungkapkan, pelaku perceraian mayoritas pekerja swasta. Meski, ada juga yang berprofesi pegawai negeri.

Karena itu, ia mengingatkan, selain faktor ekonomi, pernikahan yang belum matang dapat memicu perbedaan pemikiran.

Perceraian biduk rumah tangga ini, lanjutnya, dapat menimpa siapa pun tanpa mengenal usia, bahkan pada pasangan lansia sekalipun.

"Sisi lain, faktor pandemi saat ini juga mendorong pengajuan perceraian yang semakin marak. Namun, tidak semua dapat langsung diterima," ujarnya.

Dikatakan, selama pandemi pelayanan laporan pengaduan perkara terbatas. Hal ini untuk menghindari kerumunan sehingga berbeda dengan kondisi normal.

Ditambahkan, tidak semua laporan yang diterima juga dapat diputuskan. Ada pula yang ditolak. Pada bulan Januari dan Pebruari pengadilan menolak laporan perkara sebanyak delapan orang.

"Maka itu, agar penceraian tidak terjadi, kami  mengajak seluruh masyarakat untuk berpikir matang sebelum menikah. Butuh kedewasaan mental dan pikiran,” pungkasnya.

(Ilustrasi/Foto: shutterstock.com).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar