Presiden Bagikan 1,5 Juta Sertifikat Tanah untuk Rakyat

Presiden Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). (Foto:Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sebanyak 1.552.000 sertifikat tanah bagi masyarakat di 34 provinsi di Indonesia. Pembagian tersebut dilakukan secara langsung maupun virtual di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

"Siang hari ini saya senang karena 1.552.000 sertifikat dibagikan di 34 provinsi. Baik diterima langsung yang hadir di Istana maupun yang hadir di provinsi masing-masing," kata Presiden.

Kepada para penerima, Presiden  meminta untuk menunjukkan sertifikatnya. Kepala Negara kembali menanyakan sertifikat tersebut, dirinya berani menukar dengan sepeda jika warga tak mau.

"Bapak ibu ini senang gak sih terima sertifikat?," tanya Jokowi.

"Senang," jawab warga yang hadir di istana.

Menurutnya, dengan adanya sertifikat tersebut warga dapat mengetahui luas tanah yang dimilikinya. Oleh karena itulah, Presiden menekankan agar warga mengetahui luas tanah yang mereka miliki.

"Karena sertifikat adalah tanda hak hukum atas tanah yang kita miliki. Jadi semuanya harus tahu. Kalau yang belum tahu itu dibaca semuanya dan disitu berapa meter persegi," jelasnya.

Di antara sertifikat yang dibagikan, terdapat sertifikat hasil penyelesaian konflik pertanahan di beberapa wilayah. Salah satunya penyelesaian konflik Suku Anak Dałam (SAD) 113 di Provinsi Jambi yang sudah berlangsung selama 35 tahun.

"Lebih dari 35 tahun nggak rampung rampung. Ya memang sulit kalau sudah sengketa hukum itu sulit, sulit menghabiskan tenaga uang pikiran betul betul sulit," ucapnya.

"Alhamdulillah sekarang suku anak dalam 744 bidang sudah di selesaikan semuanya dan 1 keluarga dapat berapa hektar pak? 1 hektar, dah rampung dulu. Ini sudah 35 tahun gak selesai selesai. Sekarang bisa diselesaikan," katanya.

"Karena apa? Turun ke lapangan. Pak wamen turun ke lapangan, pak menteri turun ke lapangan, kanwilnya turun ke lapangan, rampung. Kita ini kalau punya masalah dan masalahnya jelas gampang kok diselesaikan, asal di lapangan diikuti. Kalau hanya duduk di kantor ya gak akan selesai selesai sampai kapanpun," ujarnya, menambahkan.