Jerinx Sebut Bali Kembali Umbar Anggaran

KBRN, Jakarta: Pemain drum Superman Is Dead Jerinx menuding program Bali Kembali adalah gerakan umbar-umbar anggaran yang rentan dikorupsi tanpa hasil. 

"Bali Kembali itu gerakan umbar-umbar anggaran (yang sangat rentan dikorup) tapi hasilnya Zonk, dana miliaran untuk undang influencer-influencer tolol modal centang biru untuk main ke Bali tapi akses ke Bali malah dipersulit. Dana segitu bisa kasih makan jutaan orang untuk beberapa bulan," kata Jerinx di akun Instagramnya yang dilihat RRI.co.id, Selasa (15/6/2021).

Salah seorang penggagas Bali Kembali Ni Luh Djelantik tidak terima dengan pernyataan Jerinx tersebut. 

Ni Luh menilis bahwa Bali Kembali lahir Agustus 2020 di Nusa Lembongan. 

"Mbok Niluh yang mengungkapkan istilah itu saat kekecewaan memuncak karena pariwisata hancur dan janji Bali dibuka tak kunjung jadi kenyataan," sebut Ni Luh.

Bersama Dewandra Djelantik dan Deck Sotto, lahirlah Gerakan Bali Kembali. Menurutnya, misi kami sangat sederhana. Menguatkan rakyat Bali, mempromosikan Bali. 

"Tanpa sepeserpun dana pemerintah. Jangan dicampur aduk dengan program lain yang tak ada hubungannya dengan Bali Kembali," jelasnya.

Ni Luh balik bertanya, jika ada “oknum” yang mengambil keuntungan. Silakan sebut nama jelas. Bukannya malah main fitnah.

"Jangan karena Koster datang ke salah satu acara lalu kalian bikin asumsi yang bukan-bukan. Dia datang atas keinginan sendiri tanpa diundang. Usai acara itu kalian langsung ribet kan ?" ungkapnya.

Ni Luh menjelaskan lagu Bali Kembali diciptakan oleh Balawan tanpa imbalan sepeserpun. Semua relawan yang ada dalam video tersebut tidak ada yang dibayar. Jangankan makanan dan waktu. Hotel saja Mbok bayar. 

"Silakan tanya @adiwanabismaubud tempat Mbok menginap. Dan hampir setiap minggu Mbok rutin menginap di hotel dan penginapan seluruh Bali dengan tak hanya membayar tapi juga mempromosikan mereka," sebutnya.

"Hotel, Warung, Restaurant, Pedagang, Pengrajin. Semua mendapatkan promosi. Sorry, Niluh Djelantik bukan mental gratisan. Bisa cek dengan ribuan UMKM yang kami dampingi," ungkapnya.

Ia menambahkan film Tuan Tanpa Ruang diproduksi oleh @haipuja dan didukung oleh relawan tanpa imbalan sepeserpun. Semua pengeluaran ditanggung oleh relawan dan menyumbangkan dalam bentuk berbeda. Misal ; lokasi syuting, kendaraan, makanan, waktu.

Menurut Ni Luh dirinya mempunyai tujuan yang sama agar Bali bisa kembali menjadi rumah yang aman dan nyaman tak hanya bagi masyarakatnya tapi juga bagi siapapun yang mensupport Bali dan mengunjungi Bali.

"Mbok kenal baik @deck_sotto @junbintang_ @haipuja @balawanguitar @dewandra @gusde_namarupa @gus_alitsangeh @ngeremoon. Tuduhan kalian sangat keji," tulis Ni Luh.

"Musuh kita adalah satu ; melawan ketidakadilan. Fokus disana. Kita harus bersatu. Sebut oknumnya. Jangan rumahnya kalian bakar dan saudara sendiri kalian hancurkan," pungkasnya. (foto: Instagram Jerinx)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00