Ilham Sri, 'Bagpiper' asal Indonesia

Ilham Sri, 'Bagpiper' Asal Indonesia. (Foto: Retno Mandasari) 

KBRN, Jakarta: Ada hal menarik dari kedatangan Kapal HMS Richmond Inggris, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 8 Oktober lalu. Yaitu, diperdengarkannya lantunan lagu dari alat musik tiup Bagpipe yang dimainkan oleh seorang pemuda asal Bandung bernama Ilham Sri.

Ilham Sri tampak mahir memainkan dua lagu menyambut kedatangan ratusan awak Kapal Angkatan Laut Inggris itu.

Lengkap dengan mengenakan pakaian tradisional Skotlandia, Ilham memainkan “Scotland The Brave” dan “Flower of Scotland”.

Menariknya, meski merupakan sarjana jurusan musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Namun, Ilham mengaku mempelajari bermain “Bagpipe” secara otodidak.

“2017 mulai, sebenarnya ga ada minim buat sharing di Indonesia jadi belajar dari Youtube. Kan banyak tutorial di Youtube. Selebihnya sama kalau dalam segi musiknya, yang beda itu teknik niupnya,” ungkap Ilham Sri kepada RRI.co.id.

Ilham mengatakan, “Bagpipe” pertama yang dimainkannya merupakan milik seorang teman. Sebelum, akhirnya ia memiliki sendiri “Bagpipe” yang dibelinya di sebuah pasar antik Cikapundung di Bandung seharga Rp 3 juta.

“Setelah alatnya diambil, susah didapetin. Terus, ada temen yang ngetag di medsos bilang ada barangnya (bagpipe) di pasar antik Cikapundung. Belinya Rp 3 juta, karena saya mikir kalau beli baru sampai Indo bisa sampai Rp 18 – 21 juta,” kenangnya.

Sayangnya, berbagai ornamen yang sulit ditemukan di Indonesia, disiasati oleh pemuda 26 tahun itu dengan membuatnya secara mandiri.

“Ilham di kuliah belajar “Organologi” bikin alat-alat musik, nah Ilham bikin sendiri spare partnya. Bagpipe dan centrenya dari luar,” ucap Ilham lagi.

Kemahiran Ilham memainkan “Bagpipe” membuatnya sering diundang ke berbagai even musik.

“Biasanya di gigs di Bandung. Namun, rutinnya di pemakaman Belanda (yayasan). Setahun ada empat atau enam setahun,” ujarnya.

Bagpipe atau tas pipa yang paling dikenal di dunia adalah yang berasal dari Skotlandia.

Namun, sejarah mencatat orang telah memainkan tas pipa selama berabad-abad di sebagian besar Eropa, Afrika utara, dan Asia barat, termasuk Anatolia, Kaukasus, dan sekitar Teluk Persia. (Foto : Retno Mandasari)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00