FFI 2020 Tetap Digelar, Tapi Secara Daring

Salah satu adegan dalam film nasional berjudul Pretty Boys yang tayang perdana pada 19 September 2019 silam (Dok. Istimewa/bookmyshow)

KBRN, Jakarta: Pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah melanda Indonesia, nyatanya tak membuat penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) 2020 mundur.

FFI akan tetap digelar sesuai jadwal awal yakni pada 5 Desember 2020 secara daring dengan inovasi baru pada rangkaian acaranya.

"Secara pelaksanaan tentunya di tahun ini berbeda. Kita harus mempersiapkan segala kemungkinan," kata Lukman Sardi selaku Ketua Komite FFI dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/06/2020).

Komite penyelenggara FFI, menurut Lukman, telah menjadwalkan malam pengumuman nominasi pada 7 November 2020 dan malam penganugerahan pada 5 Desember 2020.

"Mudah-mudahan apapun bentuknya tidak mengurangi nilai-nilai Festival Film Indonesia," kata Lukman Sardi.

FFI juga masih membuka peluang bagi film-film yang perilisannya tertunda akibat bioskop ditutup selama masa pandemi corona ini.

Film-film tersebut nantinya akan dikurasi oleh tim penjurian dan hasilnya akan diumumkan sesuai jadwal yang disebutkan di atas.

Selain itu, film - film Indonesia yang tayang di layanan streaming (OTT) juga berhak masuk seleksi FFI 2020.

Lukman Sardi selaku Ketua Komite FFI dalam konferensi pers virtual (Dok. Istimewa)

Komite Penjurian dan Seleksi Nia Dinata mengatakan hal tersebut disebabkan pandemi Covid-19 yang membuat banyak film belum bisa tayang di layar lebar.

"Jadi tahun ini kami sebagai komite memutuskan memperbolehkan film panjang Indonesia yang tayang di OTT berhak ditonton oleh kurator dan dinilai," kata Nia Dinata.

Nia Dinata menambahkan  jumlah film menjadi tantangan yang dihadapi tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat banyak film belum tayang.

"Apabila film panjang tayang di drive in cinema itu berhak masuk FFI. Di OTT platform juga sudah banyak sekali. Di Oscar juga banyak yang tayang di OTT. Kami juga akan memberikan fleksibilitas seperti itu," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, film telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Selama 2019, terdaftar ada 158 film cerita panjang berkualitas. Jumlah tersebut belum termasuk film pendek, dokumenter, animasi, dan film eksperimental lainnya.

"Film Indonesia sudah menjadi bagian dari hidup kita dan menjadi sumber inspirasi, terutama dalam menghadapi situasi sulit. Perannya sangat penting dalam menjaga kita agar tetap optimis dan bahagia," ungkap Nadiem.

Menurut Nadiem, penyelenggaraan FFI 2020 dapat menjadi wadah untuk tetap semangat berkarya serta media pemajuan kebudayaan.

"Dengan gotong royong kreativitas, perfilman Indonesia pasti bisa melalui masa sulit ini dan bangkit menjadi lebih maju lagi," tandas Mendikbud.

Sejauh ini FFI sudah berhasil mengumpulkan 53 judul film panjang yang tayang di bioskop sejak 1 Oktober 2019 hingga 15 Maret 2020.

Peluncuran ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman Indonesia ini telah dilangsungkan pada Minggu (14/06/2020) dengan mengusung tema "Satu Hari Satu Hal Baik Film Indonesia".

Selain sebagai ajang silaturahim akbar virtual pekerja seni, budaya, dan kreasi, peluncuran FFI 2020 juga menjadi momentum dimulainya gerakan #SatuHariSatuHalBaikFilmIndonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00