Erick Thohir Bahas Cerita KKN di Desa Penari

Menteri BUMN Erick Thohir menguggah perbincangan dengan Sudirman, pengelola Rowo Bayu Banyuwangi, lokasi KKN di Desa Penari. Film tersebut laris manis Foto: Instagram Erickthohir.

KBRN, Jakarta: Lokasi syuting 'KKN di Desa Penari' kembali menjadi sorotan di tengah kesuksesan film tersebut di box office Indonesia. 

Padahal, film itu berawal dari utas horor di Twitter. Namun sekarang, mampu menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir turut membahas film tersebut di media sosial Instagram seperti dikutip RRI, Jumat (20/5/2022).

Erick menunjukkan berbincang dengan Sudirman yang disebut sebagai pengelola dan penjaga Rowo Bayu Banyuwangi--lokasi yang diduga menjadi tempat kuliah kerja nyata (KKN). 

Dalam video yang diunggah ke media sosial, Erick Thohir menanyakan kisah nyata dari film KKN di Desa Penari.

"Jadi, ini true story ya? Bukan hanya mitologi dan dongeng ya, Pak?" tanya Erick Thohir kepada Sudirman.

"Cerita Desa Penari berangkat dari KKN 2008. Itu ada enam mahasiswa dari Surabaya," kata Sudirman kepada Erick.

Sudirman kemudian bercerita panjang mengenai kisah yang disebut terjadi di dunia nyata dan sudah disaksikan lebih dari 6,2 juta orang di bioskop Indonesia.

"Nah, dalam studi kasusnya, dua remaja itu ada ikatan asmara. Sehingga, dalam menjelajah itu mereka tidak di situs tapi keluar dari situs, agak ke Utara-nya. Di situ ketemu dengan seseorang, dan diajak mampir ke rumahnya," cerita Sudirman.

"Sampai di rumahnya, mereka diberi suguhan, dijamu, diberi makanan, dan lain lain. Dan kemudian mahasiswa itu bertanya ini desa apa. Orang tersebut menjawab, "Ini desa Penari,'" lanjut Sudirman.

Sudirman kemudian menceritakan dua remaja tersebut sempat diberi bingkisan ketika hendak kembali ke Rowo Bayu. Bingkisan itu terbungkus rapi dengan kertas koran dan kemudian dibawa pulang.

Namun, situasi menjadi menyeramkan ketika dua mahasiswa tersebut tiba di tempat KKN dan bertemu teman-temannya.

"Langsung ke tempat wisata Rowo Bayu, di bawah tiang bendera itu ada bundaran, bangunan, teman temannya sudah di situ. Cerita lah mahasiswa itu ke teman-temannya kalau mereka dari atas dan di situ ada desa, namanya Desa Penari," cerita Sudirman.

"Protes lah teman-temannya,'Enggak mungkin, enggak desa di atas.'"

Tak terima dengan protes itu, kata Sudirman, dua remaja tersebut menunjukkan bungkusan 'oleh-oleh' dari Desa Penari. Namun, bungkusan itu sudah berubah dan berisikan hal mengerikan.

Unggahan Erick Thohir tentang KKN Desa Penari memperoleh banyak respon.

Hingga berita ini diturunkan lebih dari 66.000 orang telah memberikan like, jumlah cukup banyak dari unggahan lain sepekan terakhir di instagramnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar