Promosi Film Indonesia Berkualitas Penting Dilakukan

Dokumentasi Festival Film Indonesia tahun 2021. (foto: Instagram Jokowi)

KBRN, Jakarta: Pakar Komunikasi Publik Lukas Ispandriarno mengingatkan pentingnya promosi di dalam negeri dari film-film Indonesia yang berkualitas. Pasalnya, banyak film Indonesia ternyata lebih terkenal di negara lain. 

"Ini agak ironi ya begitu dikenal di luar negeri dihargai, diapresiasi mendapat award tetapi di dalam negeri seperti kurang dikenal, ini problem," kata Lukas dalam perbincangan bersama Pro 3RRI, Rabu (18/5/2022) malam.

Pernyataan itu menanggapi empat judul film Tanah Air beserta deretan penghargaan yang diterima dari festival film terbaik di dunia. Di antaranya film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, Laut Memanggilku, dan Dear To Me.

Menurutnya,promosi film berkualitas itu harus dilakukan secara besar-besaran.

"Jangan sampai menang di luar tetapi tidak terdengan di dalam negeri dan kita harus mendorong masyarakat untuk menghargai film-film yang diproduksi secara berkualitas dan bagus," ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan pemerintah untuk membantu pelaku indsutri film Indonesia jika ingin mengikuti festival film internasional.

"Bagaimana dukungan pemerintah, para artis, para sutradara ya dibantulah bagaimana mereka kalau mengikuti festival itu dapat dibiayai. Upaya dan dukungan pemerintah penting supaya masyarakat dapat mengikuti pesan-pesan yang penting yang dilakukan pemerintah," sarannya. 

Lukas juga menyarankan pemerintah untuk mencontoh Korea Selatan dalam mempromosikan Korea Drama di negara lain. 

"Saya kira biaya promosi bisa dibantu dengan media sosial tetapi promosi harus mampu menjangkau sampai ke pelosok-pelosok dan itu perlu dibantu, saya kira di sini harus ada peran pemerintah ya," terangnya. 

Diketahui, film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” karya Edwin menjadi pemenang Golden Leopard Locarno Film Festival, film “Yuni” karya Kamila Andini meraih Platform Prize Toronto International Film Festival.

Film Laut Memanggilku karya Tumpal Tampubolon memenangkan Sonje Awards Busan International Film Festival, kemudian Dear to Me, film karya Monika Tedja yang menerima Junior Jury Award, Special Mention Open Doors Shorts Locarno Film Festival.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar