KKN Desa Penari Menjadi Film Horor Terlaris

Film KKN di Desa Penari menjadi film horor yang telah tembus lima juta penonton hingga hari ini. Foto: Instagram @kknmovie

KBRN, Jakarta: Film KKN di Desa Penari menjadi film horor yang telah tembus lima juta penonton hingga hari ini. 

“Tembus 5.000.000++ Penonton! Terima kasih untuk kalian yang sudah membuat film KKN di Desa Penari menjadi film horor terlaris sepanjang masa! Bagi yang belum nonton, yuk, ke bioskop dan beli tiketnya sekarang. Dukung terus film Indonesia,” demikian tulis akun @kknmovie atau akun instagram resmi film KKN di Desa Penari, Sabtu (14/2/2022).

Klaim film horor terlaris di Indonesia memang angka 5 juta ini telah melewati rekor film horor sebelum yang bertahan selama 5 tahun, yaitu film Pengabdi Setan (2017) yang mampu mengumpulkan sekitar 4,2 juta penonton. Namun jumlah penonton film Indonesia tertinggi saat ini masih dipegang jenis komedi, yaitu Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! yang meraih 6,8 juta penonton pada tahun 2016. 

Diketahui, film KKN di Desa Penari mengisahkan mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Jawa Timur. Mereka adalah Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha).

Enam mahasiswa itu tinggal di sebuah desa terpencil yang dipimpin Pak Prabu (Kiki Narendra). Sejak kedatangan mereka, Pak Prabu berpesan untuk menghindari sejumlah pantangan selama tinggal di desa itu. Namun, penghuni gaib desa tersebut tampaknya tidak menyukai kehadiran mereka. Serangkaian hal mistis mulai meneror masing-masing mahasiswa KKN.

Film ini diangkat dari cerita mistis berjudul Cerita KKN di Desa Penari yang viral di Twitter pada 2019 lalu. Dan KKN di Desa Penari tayang sejak 30 April di bioskop Indonesia. Selain di Indonesia, film ini juga tayang di Singapura dan Malaysia mulai Kamis (12/5/2022).

Salah satu penonton film ini, James Danica Eleazar Tue mengatakan hal yang bagus dari film ini adalah sesuai alur cerita yang ada di thread Twitter, pemilihan latar tempat dan pemeran sangat cocok.

"Saya masuk ke dalam cerita dan bisa merasakan feel betapa stressnya berada dalam situasi tersebut. Pesan moral dari film juga tersampaikan dengan baik,"ujar James, mahasiswa Universitas Mercu Buana ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar