Venom: Let There Be Carnage, Duel Maut

Simbiote merah, besar, ganas, yang menamakan diri Carnage, menjadi lawan Venom dalam Venom: Let There Be Carnage, film superhero yang menampilkan karakter alien simbiote dari komik Marvel yang bernama Venom. (Dok. Sony Pictures)

KBRN, Jakarta: Venom: Let There Be Carnage merupakan film superhero yang menampilkan karakter alien simbiote dari komik Marvel yang bernama Venom.

Di film yang dirilis tahun 2021 ini mendapatkan lawan dari sesamanya yang bersifat lebih antagonis.

Lawan yang sekaligus berasal Venom itu menamakan dirinya Carnage. 

Diawali dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1996, dimana Cletus Kasady yang diperankan oleh Woody Harelson, tanpa daya menyaksikan kekasihnya Frances Barrison yang diperankan oleh Naomie Harris, dibawa secara paksa dari St. Estes Home sebuah rumah penampungan menuju ke Ravencroft Institute.

Dalam perjalanannya Barrison, yang memiliki kemampuan manipulasi suara, dia menggunakan kekuatan teriakan soniknya untuk melarikan diri dan menyerang petugas polisi muda Patrick Mulligan yang diperankan oleh Stephen Graham.

Mulligan menderita luka di telinganya karena teriakan sonik itu, menembak Barrison di bagian matanya.

Tanpa sepengetahuan Mulligan, Barrison dibawa ke fasilitas laboratorium untuk melawan kekuatannya.

Eddie Brock (kiri-memegang ayam) yang diperankan oleh Tom Hardy, bersama Venom (kanan) karakter simbiote yang berdiam dalam dirinya (Dok. Sony Pictures) 

Cerita kemudian berlanjut ke masa sekarang.

Mulligan yang menjadi seorang detektif, meminta Eddie Brock yang diperankan oleh Tom Hardy untuk berbicara dengan Kasady.

Kasady sendiri dipidana dengan atas kasus pembunuhan berantai.

Dia tidak mau berbicara dengan siapa pun selain Brock, seperti yang ada di film sebelumnya.

Sesudah pertemuan itu, Venom yang berinang di dalam tubuh Brock, mengetahui dimana Kasady menyembunyikan tubuh para korbannya, dan mendorong Brock untuk mengungkapnya.

Di sisi lain, Brock kemudian dihubungi oleh mantan tunangannya Anne Weying yang diperankan oleh Michelle Williams.

Dia mengatakan kalau sekarang bertunangan dengan Dr. Dan Lewis, dan ini membuat Venom tidak suka.

Kasady yang akan dijatuhi hukuman mati dengan suntikan, mengundang Brock ke Penjara Negara San Quentin, tempat dia ditahan untuk menghadiri eksekusinya.

Dalam pertemuan itu, Venom diprovokasi untuk menyerang Kasady melalui penghinaan terhadap Brock.

Sampai akhirnya Kasady menggigit tangan Brock, dan tertelan sebagian kecil symbiote dari Venom. 

Kemudian saat kembali ke rumah, Venom memberontak dan berdebat dengan Brock.

Dia menginginkan untuk bisa lebih leluasa memakan penjahat.

Brock tentu saja tidak setuju dengan hal itu, dan keduanya akhirnya berkelahi sampai Venom terlepas dari tubuhnya, dan mereka memilih jalan yang berbeda.

Tiba pada saat proses eksekusi Kasady yang gagal, karena dari dalam tubuhnya muncul simbiote merah dan memblokir injeksi.

Karakter Alien Simbiote bernama Venom, kala sudah menyatu dengan wadah inangnya, Eddie Brock, dan siap menumpas kejahatan. (Dok. Sony Pictures)

Simbiote itu menjadi sangat besar dan ganas, yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Carnage.

Carnage yang berinang dalam tubuh Kasady itu mengamuk dan memporak-porandakan seisi penjara, termasuk membunuh para penjaga. 

Dalam pelariannya dari penjara, Kasady dan Carnage membuat kesepakatan.

Carnage akan membantu Kasady mengeluarkan Barrison dari Ravencroft, dan Kasady akan membantunya menghilangkan Brock dan Venom. 

Di Ravencroft, Kasady membebaskan Barrison, dan mereka melakukan perusakan besar besaran.

Selain itu mereka yang memang sepasang kekasih berencana untuk melakukan pernikahan yang sudah sejak lama mereka idamkan. 

Perusakan brutal yang dilakukan Kasady dan Barrison dengan bantuan Carnage, tentu membuat Mulligan khawatir.

Dia menganggap hal tersebut ada hubungannya dengan Brock, akan tetapi Brock menolak menjawab pertanyaan Mulligan dan menghubungi Weying sebagai pengacaranya.

Brock mengungkapkan bahwa Venom telah berpisah darinya dan membutuhkan simbiote untuk melawan Carnage.

Beberapa saat kemudian Brock dan Venom menebus kesalahan dan bersatu kembali untuk melawan Kasady, Barrison dan tentu saja Carnage.

Secara umum, film ini tidak terlalu berbelit alurnya, digambarkan dengan gamblang.

Penonton juga akan dengan mudah mencerna film ini.

Efek audio visual yang ditawarkan juga memberikan totonan yang megah, apalagi saat duel maut antara Venom dan Carnage.

Film superhero ini tidak hanya dipenuhi dengan adegan-adegan kekerasan, akan tetapi banyak juga bumbu-bumbu komedi, yang membuat suasana menjadi semakin segar.

Venom: Let There Be Carnage diproduksi oleh Columbia Pictures bekerja sama dengan Marvel, sedangkan distribusinya dipercayakan kepada Sony Pictures Releasing.

Andy Serkis bertindak sebagai sutradara dan skenario dikerjakan oleh Kelly Marcel, berdasarkan cerita yang ditulisnya bersama Tom Hardy. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00