Uji Coba Pembukaan Tempat Karaoke

Ilustrasi ruang karaoke

KBRN, Jakarta: Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Sudin Parekraf) telah melakukan evaluasi percobaan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah tempat karaoke di wilayah Jakarta Barat. 

Kepala Sudin DKI Jakarta, Sherly Yuliana mengatakan, dari 12 tempat karaoke yang diuji coba, semuanya telah sesuai prokes.

"Sejauh ini, pantauan tim di lapangan sudah sesuai dengan prokes," kata Sherly saat dihubungi awak media, Rabu (17/11/2021).

Sherly mengatakan, setiap harinya pihaknya menurunkan tim untuk melakukan pengawasan dan memberikan laporan secara berkala. Berdasarkan laporan itu, ia memastikan tidak ada satupun tempat karaoke yang melanggar prokes.

Hingga saat ini, Sherly belum dapat memastikan terkait adanya penambahan tempat usaha karaoke di Jakbar yang mengajukan pendaftaran untuk izin operasi.

Sebab, lanjutnya, data itu sepenuhnya dipegang oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta. 

"Ini kan masih baru terbit instruksi mendagri untuk perpanjangan PPKM level 1. Kami sedang menunggu kebijakan Gubernur dan Kepala Dinas Parekraf," kata Sherly.

Sebagai informasi, tempat usaha karaoke yang telah lolos verifikasi di DKI Jakarta telah diperbolehkan beroprasi.

Itu, seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

Hal tersebut sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekaraf) DKI Jakarta dengan nomor surat edaran 291/SE/2021 yang keluar pertanggal 1 November 2021 kemarin. 

Dalam surat edaran psda nomor 3 dituliskan, pemilik atau pengelola usaha karaoke keluarga untuk mendaftarkan QR Code Aplikasi PeduliLindungi melalui Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Kelurga Indonesia (APERKI). 

Tempat usaha karaoke juga harus membatasi jumlah pengunjung sebanyak 25 persen.

Sementara jumlah pengunjung yang berada di dalam ruangan dibatasi sebanyak 50 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00