Film When They See Us, Ceritakan Kisah Nyata

Film When They See Us (Foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: When They See Us merupakan sebuah film miniseries yang bergenre drama. 

Film asal Amerika Serikat ini telah dirilis pada tahun 2019 lalu. Series ini diangkat dari kisah nyata yang dibuat, ditulis, dan juga disutradarai oleh Ava DuVernay. 

Kisah nyata ini diketahui diangkat dari kasus pidana kontroversial Central Park jogger case yang terjadi tahun 1989. Secara umum, film ini bercerita tentang kasus diskriminasi hukum yang dialami oleh lima remaja kulit hitam yang didakwa melakukan pemerkosaan dan penyerangan seorang perempuan di Central Park, New York City.

Berkisah pada 19 April 1989, menjadi malam yang begitu mencekam dan tidak terlupakan bagi siapapun yang ada di sekitar kawasan Central Park, Manhattan. Sebuah serangan dan perampokan dari sekelompok anak muda terjadi begitu saja dan memakan korban warga sipil. 

Polisi pun langsung bergegas untuk mengamankan puluhan anak muda yang diduga terlibat dalam rangkaian tragedi nahas malam itu. Sesosok tubuh wanita tergeletak tidak sadarkan diri di salah satu sudut taman, lengkap dengan berbagai luka parah di sekujur tubuhnya. 

Korban itu adalah Trisha Meili, yang beberapa jam sebelumnya memutuskan untuk jogging ke taman tersebut. Karena kesulitan mendapatkan pelaku tindak kekerasan, perampokan, dan pemerkosaan terhadap Trisha Meili, maka polisi akhirnya meringkus beberapa pemuda yang ada di sekitaran tersebut.

Kelima anak yang datang ke Central Park dengan berbagai alasan pribadinya tanpa melakukan tindak kejahatan tersebut juga ikut digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Namun alih-alih diminta keterangan, kelima anak yang tidak saling mengenal tersebut dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan, sembari dipaksa untuk mengakui bahwa mereka mengenal satu sama lainnya. 

Tanpa pendampingan orang tua yang seharusnya menjadi haknya, mereka dipukuli serta diancam hanya agar mengakui perbuatan mereka di depan polisi. Pastinya hal itu akan menjadi trauma tersendiri yang begitu membekas. Menjadi kekecewaan yang tentunya juga akan menimbulkan luka begitu dalam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00