Rampungkan RUU Penyiaran, Komisi I DPR RI Gelar RDP Dengan Lembaga Penyiaran Di Sumut

KBRN, Gunungsitoli : Komisi I DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah lembaga penyiaran di Sumatera Utara yang berlangsung di Gedung TVRI Sumatera Utara, Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (11/11/2021).

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan RDP itu dilaksanakan untuk merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

Lanjut Meutya, RDP itu untuk meminta pendapat dan masukan dari lembaga penyiaran seperti TVRI Sumatera Utara, RRI Se-Sumatera Utara, Badan Monitoring (Balmon) Kelas I Medan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Lembaga Penyiaran Siaran (LPS) Lokal.

"RUU Penyiaran tidak bisa diselesaikan tahun 2021 ini dan akan kita bawa kembali di tahun 2022. RUU ini harus diselesaikan karena sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan sebagai Undang-Undang prioritas yang harus diselesaikan," ucapnya dalam rapat tersebut.

"Jadi kunjungan kerja ini untuk mendapatkan data, informasi, pendapat dan masukan dari stakeholder serta lembaga penyiaran untuk menjadi pedoman kami dalam merumuskan RUU Penyiaran," tambah Meutya.

Meutya mengingatkan dorongan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan digitalisasi televisi membuat RUU Penyiaran harus diselesaikan untuk menjadi payung hukum.

"RUU Penyiaran menjadi sangat penting untuk memperkuat payung hukum meski sebelumnya sudah ada seperti Undang-Undang Omnibuslaw," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala RRI Medan yang diwakili Kepala RRI Gunungsitoli, Yohanes Eko Priyanto, menyebutkan sampai saat ini RRI Medan memiliki tiga program yakin Pro 1, Pro 2 dan Pro 4. Dari program tersebut total siaran sebanyak 54 jam.

"Sehingga ada wacana ditingkatkan dari 60 persen ke 80 persen karena konten lokal begitu banyak tapi tidak terwadahi seperti budaya, hiburan tapi punya kewajiban ngirim konten bersifat nasional melalui Pro 3," terangnya.

Yohanes juga mengatakan siaran Pro 4 RRI di daerah menyiarkan siaran lokal dengan mengangkat tema budaya seperti kuliner, tari adat dan hiburan. 

"Belakangan konten-konten itu mulai banyak mendapat perhatian," pungkasnya.

(Sumber KBRN Mdn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar