PWI Sumut Siapkan 100 Juta Santunan Kematian Bagi Anggotanya

Ketua PWI Sumut Hermansjah.

KBRN, Gunungsitoli: Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menerima santunan jiwa atau kematian mencapai Rp 100 juta.

Ketua PWI Sumut, Hermansjah, melalui siaran persnya mengatakan, program klaim asuransi jiwa dan kematian yang sedang berjalan ini salah satu program yang akan diwariskan kepengurusan selanjutnya dan akan jadi amal jahiriyah di konferensi mendatang.

Di sisi lain, Ketua PWI Sumut ini juga menyesalkan adanya tudingan yang menyebut dikepengurusannya advokasi wartawan tidak berjalan karena hal itu tidak mendasar.

"Itu tudingan yang tidak berdasar karena selama lima tahun ini kita terus aktif memberikan bantuan advokasi kepada anggota PWI di seluruh Provinsi Sumut, seperti saat ini kita baru dari Kota Sibolga melakukan bantuan advokasi kepada anggota PWI yang dianiaya saat melakukan tugas jurnalistik,” ungkapnya, Sabtu (14/8/2021).

Demikian halnya paket Lebaran dan Natal, lanjut Herman, PWI Sumut bukan tidak menyalurkan ke daerah, namun terkendala ketatnya aturan penggunaan dana hibah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Disinggung alasannya kembali maju di Konfrensi PWI Sumut mendatang, Herman mengatakan, masih ada program yang belum dituntaskan, termasuk menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN).

Ditegaskannya, jika kembali terpilh nantinya, ia akan menjadikan program kepegurusan PWI Sumut tidak dimonopoli pengurus provinsi. Misalnya, workshop dan pelatihan akan lebih ditingkatkan dengan melibatkan para anggota PWI di daerah. Pengurus daerah dipersilahkan untuk mengajukan proposal mini ke PWI Sumut dan berjanji akan ditindaklanjuti.

"Dukungan teman-teman anggota biasa PWI Sumut di Kabupaten/Kota sangat kami harapkan demi terlaksananya program-program kerja itu termasuk koperasi PWI yang beberapa tahun belakangan ini mandek,” ujarnya.

Selain itu Hermansjah berjanji akan membawa organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara yang dia pimpin sekarang untuk lebih baik lagi ke depan.

"Itu misi penting. Saya tidak mau muluk-muluk apalagi menawarkan program tidak masuk akal. Misalnya soal kesejahteraan, PWI itu organisasi profesi dan tempat berkumpulnya kaum intelektual semua yang disebut akan dicerna sekaligus diulas anggota,” katanya sekaitan dengan pencalonannya kembali maju menjadi Ketua PWI Sumut untuk periode 2021-2025.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00