Kajari Gunungsitoli : 3 Orang Komite Pembangunan USB SLB Negeri Di Nisbar di Tetapkan Tersangka

KBRN,Gunungsitoli: Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menetapkan 3 orang tersangka dalam tindak pidana korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di desa Onowaembu kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat.

Kepala kejaksaan Negeri Gunungsitoli Futin Helena Laoli,SH,MH dalam Konferensi persnya di kantor kejaksaan negeri Gunungsitoli (Jum’at/24/4/2020) menyampaikan bahwa program pemberian bantuan terhadap pembangunan USB SLB berasal dari Direktorat pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah kementerian pendidikan dan kebudayaan. Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang langsung melalui rekening komite pembangunan sebesar Rp 2 miliar lebih dari anggaran Direktorat pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah kementerian pendidikan dan kebudayaan RI.

Futin Helena laoli menjelaskan, Setelah bangunan itu selesai pada tahun 2016, kejari Gunungsitoli menerima laporan dari masyarakat pada bulan april tahun 2018, dimana bangunan ini rusak parah dan di duga ada indikasi korupsi dalam pelaksanaannya. Kemudian tim penyidik dari kejari Gunungsitoli melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“ Berdasarkan hasil penyidikan dan audit infestigasi dilapangan dijumpai adanya penyimpangan dalam proses pembangunan USB SLB Negeri di desa Onowaembu Nias barat dan menimbulkan kerugian negara Rp 2 miliar lebih “ Ujarnya.

Penyimpangan yang terjadi ini dituturkan Futin, komite pembangunan dalam melaksanakan pembangunan tidak mempedomani atau tidak sesuai dengan juknis yang diberikan oleh Direktorat pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Dari hasil penyidikan tim penyidik akhirnya  pada tanggal 21april 2020 menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini yakni masing masing berinisial ED merupakan ketua komite, FD sekretaris komite, dan MD bendahara komite. Dengan pasal sangkaan pasal 2 ayat 1, pasal 3 undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Junto pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP, dimana ancaman pidanya maksimal 20 tahun penjara dan minimal 1 tahun penjara.

Kepala kejaksaan Negeri Gunungsitoli menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan perampungan berkas perkara terhadap ke 3 tersangka. Dalam waktu dekat ini akan  memanggil sejumlah saksi lain.termasuk akan melakukan pemanggilan terhadap ke 3 orang yang sudah ditetapkan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00