Polres Nias Ungkap Tiga Kasus dalam Konferensi Pers

KBO Sat Reskrim Polres Nias Iptu Sugiabdi didampingi Kanit I Ipda Dermawan Laoli dan Ps Paur Subbag Humas, Aiptu Yadsen Hulu, pada konferensi pers di Mapolres Nias.

KBRN, Gunungsitoli: Tiga kasus kriminalitas mulai dari kepemilikan senjata tajam hingga pelaku pembunuhan diungkap Polres Nias dalam sepekan terakhir.

Pengungkapan kasus kriminalitas tersebut disampaikan Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, S.IK melalui KBO Sat Reskrim Polres Nias Iptu Sugiabdi, S.H. dalam konferensi pers di Mapolers Nias, Rabu (18/05/2022).

Dalam keterangan persnya, KBO Sat Reskrim Polres Nias mengungkapkan bahwa saat ini ketiga kasus tersebut yakni, kasus penganiayaan, kasus senjata tajam hingga kasus penganiayaan yang berujung pada kematian.

"Pada kesempatan ini ada tiga kasus dan pelaku yang berhasil ditetapkan sebagai tersangka yang kini ketiga pelaku telah dilakukan penahanan di rumah tahanan Mapolres Nias," ungkap KBO Sat Reskrim Polres Nias Iptu Sugiabdi, SH

Dijelaskannya, untuk kasus penganiayaan hingga berujung pada hilangnya nyawa seseorang, terjadi di desa Lolozasai Kecamatan Gido dimana pelaku DPB (25), dipersangkakan pasal 338 atau 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dengan motif sering berselisih paham sehingga pelaku dendam.

Untuk kasus yang kedua, lanjut Iptu Sugiabdi, yakni kasus kepemilikan senjata tajam, dimana aparat melihat gelagat mencurigakan terhadap tersangka NH yang juga selaku guru honorer disalah satu sekolah menangah atas ditemukan sebilah pisau didalam jok sepeda motor miliknya, dan kepada tersangka terancaman 12 tahun penjara.

"Pada kasus yang kedua ini tersangka murni membawa senjata tajam didalam jok sepeda motor yang dikendarainya dimana saat itu petugas sedang melakukan operasi perburuan terhadap curanmor," katanya.

Sedangkan untuk kasus yang ketiga, tambah Iptu Sugiabdi, adalah kasus tindak penganiayaan yang terjadi di desa Hiliworia Tanoseo Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, dimana korban mengalami luka sabetan pisau dilengan yang menimbulkan korban mengalami 17 jahitan luka.

 "Kepada tersangka AS (50) dipersangkakan Pasal 351 ayat 1 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 6 bulan dimana motif pelaku adalah dikarenakan korban sering mengejek pelaku sehingga pelaku sakit hati," ujarnya mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar