Perdana, Kejari Gunungsitoli Serahkan Hasil Restorative Justice Kepada Para Tersangka

Foto Kajari Gunungsitoli saat menyerahkan hasil restoratif Justice kepada tersangka

KBRN,Gunungsitoli : Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli beserta Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melaksanakan penyerahan hasil Restorative Justice kepada para tersangka yang sedang di tangani pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, (Kamis/21/10/2021). Penyerahan hasil Restorative Justice tersebut berlangsung di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dengan menghadirkan ke 2 tersangka, dan merupakan yang perdana di kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Menurut keterangan kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Futin Helena Laoli,SH,MH kepada Radio Republik Indonesia mengatakan bahwa perkara yang berhasil dilakukan Restorative Justice merupakan perkara tindak pidana pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

“ Identitas tersangka dalam perkara pasal 351 ayat (1) KUHPidana tersebut adalah atas nama FZ (49 Tahun) Jenis kelamin laki laki, alamat Desa Hilimbosis Kecamatan Situlo Ori Kabupaten Nias Utara, dan FZ (61 Tahun) jenis kelamin laki laki, alamat Silima Omo Awa’ai Desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara ” Ujar Kajari Gunungsitoli.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menjelaskan bahwa sebagaimana pelaksanaan Restorative Justice, Penuntut Umum sebagai fasilitator dalam melakukan perdamaian suatu perkara antara tersangka dan pihak korban, yang dalam hal ini perdamaian yang dilaksanakan oleh Penuntut Umum pada perkara ini mendapat hasil pihak korban sudah memaafkan perbuatan tersangka dan dengan tulus iklas sudah memaafkan dan menyetujui supaya penyelesaian perkara cukup dengan dilakukan kesepakatan perdamaian dan tidak dilanjutkan proses ke tingkat Penuntutan.

“ Bahwa tersangka sudah menyesali perbuatan yang dilakukannya dan tidak akan mengulangi lagi yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan pihak lain dan tersangka belum pernah dihukum dan baru kali ini diduga melakukan tindak pidana ” Ungkap Futin.

Orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli ini juga menyebutkan bahwa sesuai dengan hasil kesepakatan perdamaian yang dilaksanakan telah memenuhi syarat untuk diusulkan penghentian perkara, penyelesaian perkara tanpa di lanjutkan ke proses Persidangan oleh Penuntut Umum.

Hasil dari Restorative Justice telah dilaporkan kepada Pimpinan dalam hal ini Kejatisu hingga ke Kejaksaan Agung dan selanjutnya sudah dilakukan ekspose oleh pimpinan sehingga perkara tersebut disetujui oleh pimpinan sehingga hasil dari Restorative Justice diserahkan kepada para tersangka dan dihadapan para korban, keluarga korban dan tersangka serta tokoh masyarakat dan didampingi oleh Penyidik kepolisian Resort Nias.

Kepala Kejaksaan Negeri juga menambahkan bahwa pelaksanaan Restorative Justice dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dengan melihat aspek tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang ingin mendapat keadilan. Keadilan Restoratif merupakan langkah baik dalam penegakan hukum di indonesia dengan mengedepankan Preventif dalam pelaksanaannya, sehingga masyarakat dapat merasakan rasa keadilan. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00