Terkait Pernyataan Condrat Sinaga, Bupati Khenoki Waruwu: Itu Hoaks

Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu.

KBRN, Gunungsitoli: Pernyataan Condrat Sinaga, yang menyatakan di Nias itu masih berlaku hukum yang menghormati orang tua dimana saat anak laki-laki menikah, istrinya harus menyerahkan perawannya kepada orang tua si laki-laki, saat ini tengah viral diberbagai media sosial. 

Menanggapi hal itu, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu mengatakan bahwa pernyataan Condrat Sinaga dimaksud tidak benar adanya dan layak diduga telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Nias. 

"Ucapan saudara Condrat Sinaga tersebut keliru. Diduga telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Nias, karena hal itu sama sekali tidak pernah terjadi di kalangan masyarakat Nias,” ungkap Khenoki Waruwu di Rumah Jabatan, Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kamis (21/10/2021). 

Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan informasi sesat dan tidak benar serta dapat diduga merendahkan suku Nias yang memiliki budaya sebagai jati diri. 

"Saya berharap penegak hukum dapat menindaklanjuti beberapa laporan yang telah disampaikan oleh masyarakat Nias baik secara kelompok maupun perorangan terkait ucapan Condrat Sinaga sesuai ketentuan hukum yang berlaku," harap Khenoki. 

Untuk meluruskan informasi sesat tersebut, Khenoki Waruwu, mengajak seluruh elemen masyarakat Nias untuk bersatu mencari formula. 

"Saya juga mengajak para tokoh mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh Nasional dari kepulauan Nias agar mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk meluruskan informasi hoaks ini,” ajaknya. 

Meski demikian, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu menghimbau kepada seluruh masyarakat Nias dimana pun berada untuk tidak emosional dalam menanggapi pernyataan Condrat Sinaga dengan memberi kepercayaan kepada penegak hukum untuk memprosesnya. 

”Saya menghimbau masyarakat Nias dimana pun berada untuk tidak emosional dalam menanggapinya. Mari tetap menjaga situasi yang tetap kondusif dan kita percayakan proses selanjutnya kepada penagak hukum,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00