Hanya Karena Dimaki, Lelaki Beranak Dua Tega Bunuh Anak Dibawah Umur

Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan,S.IK sedang memegang pisau yang digunakan tersangka untuk membunuh korbannya.
Pelaku pembunuhan anak dibawah umur di Desa Sitolubanua Kecamatan Bawalato Kabupaten Nias.

KBRN, Gunungsitoli: Satuan Polres Nias berhasil mengamankan seorang pria pelaku pembunuhan anak dibawah umurdi Dusun V Desa Sitolubanua Kecamatan Bawalato Kabupaten Nias.

Diketahui, tersangka Elisman Harefa (35), merupakan seorang ayah beranak dua dan tega membunuh bocah perempuan yang masih duduk di sekolah dasar kelas VI di Desa Sitolubanua hanya karena masalah sepele korban memaki pelaki ditengah jalan saat hendak pulang dari kebun.

Sebelumnya korban atas nama Fitri Amanda Waruwu (13) ditemukan tewas menggenaskan dengan luka tusuk dileher didalam semak belukar sejak hilang beberapa waktu dari rumah neneknya karena kedua ayah dan ibunya telah pergi merantau keluar Nias sejak beberapa tahun lalu.

"Kematian korban diketahui karena korban sempat dinyatakan hilang dan akhirnya jasad korban ditemukan oleh keluarga bersama dengan warga pada senin lalu tidak jauh dari kediamannya dengan luka tusuk dileher dan sudah mulai membusuk," tegas Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, S.IK dalam konferensi persnya, Rabu (15/9/2021).

Dijelaskan Kapolres, usai membunuh korbannya, tersangka terus dihantui rasa bersalah dan akhirnya melalui pihak keluarga dan aparat desa tersangka menyerahkan diri dan diserahkan kepada Polisi.

"Tersangka menghabisi nyawa korban menggunakan sebilah pisau yang melukai leher korban hingga meninggal dunia dan membuang mayatnya disemak belukar," ungkap Kapolres.

Hingga saat ini, lanjut Kapolres Nias, motif tersangka menghabisi nyawa korban karena merasa emosi telah dimaki dengan kata-kata kotor oleh korban. Meski demikian Polisi masih terus menyelidiki motif sebenarnya.

"Mayat korban telah diotopsi dirumah sakit M. Thomsen Gunungsitoli guna mengungkap adanya kekerasan lain yang dialami korban dan akibat perbuatannya tersangka akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara," kata AKBP Wawan Iriawan, S.IK mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00